Rencana LPG 3 Kg Diganti CNG, YLKI Minta Pemerintah Jangan Asal Jalan

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Rencana pemerintah mengganti penggunaan tabung LPG 3 kilogram (kg) dengan Compressed Natural Gas (CNG) menuai sorotan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Organisasi perlindungan konsumen itu mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru menerapkan kebijakan tersebut tanpa didahului kajian yang komprehensif, mulai dari aspek keamanan, standar harga, hingga kesiapan pasokan agar tidak merugikan masyarakat.

Belum lama ini, pengumuman rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam mengganti penggunaan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) menjadi Compressed Natural Gas (CNG) turut menjadi bahan pembicaraan banyak pihak.

BACA JUGA:Mulai dari LPG sampai Pupuk, 108 Persoalan Diselesaikan Prabowo hanya 18 Bulan

Dalam penuturannya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa keputusan ini sendiri diambil dengan mempertimbangkan ketimpangan dalam total konsumsi Gas LPG 3kg dalam negeri, yang mencapai 8,5 juta ton dari total produksi LPG yang berjumlah 1,8-1,9 juta ton per tahun.

"Gas kita melimpah. Kalau sudah lolos uji, baru bisa kita terapkan," tutur Bahlil di Jakarta, pada Kamis 25 Juni 2026.

Dalam menyikapi rencana Pemerintah untuk mengganti penggunaan gas LPG 3 kg dengan CNG ini, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) turut menyampaikan bahwa sebelum penetapan resminya, Pemerintah wajib untuk kajian terlebih dahulu berdasarkan data dan pengujian yg komprehensif.

BACA JUGA:Bahlil Pastikan Stok BBM dan LPG Nasional Aman, Prabowo Soroti IUP Mangkrak

Dalam hal ini, Ketua Pengurus Harian YLKI Niti Emiliana menuturkan bahwa jaminan kemanan produk tidak bisa dilonggarkan, perlu ditentukan standar tekanan gas, bahan tabung yang aman dan mampu menahan tekanan gas dengan baik.

"Penentuan standar harga juga perlu dikaji, bahwa nilai keekonomian produk harus sesuai dengan kemananpuan daya beli masyarakat," jelas Niti ketika dihubungi oleh Disway, pada Sabtu 27 Juni 2026.

Menurut Niti, pengkajian terkait ketersediaan pasokan sendiri juga perlu dilakukan untuk memastikan jenis pasokan yang mudah diakses oleh masyarakat.

BACA JUGA:Polda Banten Bongkar Modus Penyelundupan BBM dan LPG Subsidi, Ribuan Liter Solar Diamankan

"Tentunya konsumen berhak mendapatkan infirmasi dan sosialisasi dengan jelas dan menyeluruh terkait cara pemakaian, aspek keselamatan, keamanan, manfaat, serta mekanisme konversi agar tidak menimbulkan kebingungan atau penolakan," tutup Niti.

Diketahui, bahan baku CNG dapat dipenuhi dari industri dalam negeri, yakni dari gas cair C1 dan C2 yang kemudian dipadatkan (compress) hingga mencapai tekanan tertentu.

Adapun gas cair C1-C2 adalah gas alam (natural gas) yang didominasi oleh komponen metana (C1) dan etana (C2) yang telah dicairkan untuk mempermudah penyimpanan dan transportasi. 

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Terima Pelatihnya Dihujat, Erling Haaland Blak-blakan Usai Norwegia Dibantai Prancis di Piala Dunia 2026
• 11 menit lalutvonenews.com
thumb
Kronologi Pria Gelantungan di Truk Dipukul Palu hingga Jatuh, Bermula Senggolan di Cibubur
• 41 menit lalukompas.com
thumb
GSI Gandeng Persita Cari Talenta Muda, Ingin Ulangi Cerita Sukses Ilham Jaya Kesuma dan Firman Utina
• 4 jam lalubola.com
thumb
SHOW Token Resmi Meluncur, Bidik Pendanaan Film Indonesia Berbasis Blockchain
• 14 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Minta Shin Tae-yong Bawa Persija Kembali Raih Gelar Juara, Gubernur DKI Jakarta: Tolong Berikan Kado Spesial untuk Kami
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.