JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya seorang dokter muda bernama Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Icha pada Jumat (26/6/2026).
Dokter Icha bertugas di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kementerian Kesehatan akan melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan intimidasi yang dialami almarhumah oleh individu tertentu," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Aji Muhawarman dalam keterangan resmi, Sabtu (27/6/2026).
Baca juga: Kemenkes Salurkan Donasi Alkes Rp 1,5 Miliar untuk Pemulihan Usai Banjir Sumatera
Aji menuturkan, investigasi akan dilakukan bersama pihak-pihak terkait untuk memastikan fakta secara objektif, transparan, dan akuntabel.
"Kami sangat prihatin atas peristiwa ini. Setiap tenaga kesehatan berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan penghormatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat," tuturnya
Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada intimidasi, tekanan, ataupun tindakan yang merendahkan martabat tenaga kesehatan di manapun dan dengan alasan apapun.
Baca juga: Kemenkes Jelaskan Anggaran Alkes Rp 30 Miliar di RSUD Krui, Tepis Tuduhan Mark Up
"Kementerian Kesehatan juga mengutuk segala bentuk intimidasi, perundungan, maupun penyalahgunaan kewenangan terhadap tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan mana pun di Indonesia," ucapnya.
Tindakan semacam itu, lanjut Aji, tidak dapat dibenarkan karena dapat mengganggu pelayanan kesehatan dan berdampak serius terhadap kondisi psikologis tenaga medis.
"Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, organisasi profesi, aparat penegak hukum, dan pihak rumah sakit guna memastikan perlindungan hukum serta dukungan psikososial bagi tenaga kesehatan," jelasnya.
Baca juga: Ancaman Lonjakan Harga Obat di Balik Pelemahan Rupiah: YLKI Minta Pengawasan, Kemenkes Batasi Kenaikan
Sementara itu, Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan dan Inspektorat Jenderal Kemenkes saat ini sedang dalam proses menangani kasus ini.
Kemenkes meminta seluruh pihak untuk menahan diri, menghormati proses investigasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
"Pengabdian dr. Icha dalam melayani masyarakat akan selalu menjadi teladan bagi dunia kesehatan Indonesia," ucap Aji.
Kasus Kematian Dokter IchaDiketahui, dokter Icha ditemukan meninggal dunia di rumah orangtuanya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 17.55 Wita.
Dokter Icha ditemukan di dalam kamar rumahnya dalam kondisi tergantung dengan seutas tali yang terikat pada bingkai pintu.
Paman almarhumah, Victor Manbait mengatakan bahwa keluarga menerima kabar duka pada Jumat petang.
Baca juga: Kemenkes Siapkan Ahli Kesehatan dan Gizi Anak untuk Bantu Tata Kelola BGN
Victor menjelaskan, hasil pemeriksaan luar yang dilakukan petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang tidak wajar pada tubuh almarhumah.
"Atas kesepakatan keluarga, kami memutuskan tidak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Duka Baumata untuk disemayamkan dan didoakan bersama keluarga, sahabat, serta para pelayat," kata Victor kepada Kompas.com, Jumat malam.
Sebelum meninggal dunia, dokter muda tersebut menjadi sorotan publik setelah diduga mengalami intimidasi saat bertugas di IGD RS Leona Kefamenanu.
Aparat penegak hukum belum mengeluarkan pernyataan resmi yang menyimpulkan adanya hubungan antara kematian dokter Icha dengan dugaan intimidasi yang sebelumnya mencuat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




