REPUBLIKA.CO.ID,SEATTLE — Tim nasional Iran berhasil menahan imbang Timnas Mesir yang diperkuat Mohamed Salah dengan skor 1-1 dalam pertandingan lanjutan Grup G di Stadion Lumen, Seattle, Sabtu(26/6/2026).
Iran memulai kiprah mereka di Piala Dunia sebagai tim peserta pertama yang berada dalam status perang dengan negara tuan rumah. Tim Melli harus menunggu lebih lama untuk mengetahui nasib mereka. Hasil dari pertandingan-pertandingan lain akan menentukan apakah Iran bakal melangkah ke babak gugur atau harus angkat koper lebih awal.
Baca Juga
PGN Gelar Nikah Massal, Bantu Pasangan Peroleh Legalitas Pernikahan
Olahraga Padel Jadi Ruang Bangun Kolaborasi dan Gaya Hidup Sehat
Foto Anak Diedit untuk Kampanye Gay Parenting, Polda Jabar Siap Selidiki Jika Sudah Ada Laporan
"Mencapai babak sistem gugur dalam kondisi seperti ini bukan sekadar pencapaian di bidang olahraga. Ini akan menjadi simbol ketahanan, harapan, dan persatuan nasional," ujar Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, kepada POLITICO menjelang pertandingan.
Laga bertensi tinggi yang mempertemukan sesama negara Timur Tengah ini dimulai hanya beberapa jam setelah kesepakatan damai yang rapuh antara AS dan Iran kembali terancam. Hal ini menyusul serangan udara Amerika Serikat terhadap instalasi militer Iran di sepanjang Selat Hormuz. Komando Sentral AS (CENTCOM) menyebut serangan tersebut sebagai respons atas serangan drone Iran terhadap kapal kargo Singapura—sebuah insiden yang disebut Presiden Donald Trump sebagai "pelanggaran bodoh" terhadap gencatan senjata.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Langkah Iran di Piala Dunia kemungkinan besar tidak akan berpengaruh langsung terhadap masa depan negosiasi damai kedua negara. Kendati demikian, meningkatnya peluang bahwa Iran akan memainkan pertandingan berikutnya di Kanada—bukan di AS—setidaknya dapat meredakan polemik mengenai status tim yang selama ini menyulitkan pemerintahan Trump.
"Gugus Tugas FIFA Gedung Putih telah bersiap dan menyadari semua potensi skenario yang melibatkan 32 tim yang akan melaju ke babak gugur dan seterusnya," kata juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, sebelum pertandingan dimulai.
Trezeguet (kiri) dari Mesir dan Mohammad Ghorbani dari Iran saat beraksi dalam pertandingan fase grup Piala Dunia FIFA 2026 antara Mesir dan Iran di Seattle, AS, 26 Juni 2026. - (EPA/STEPHEN BRASHEAR)