Mendagri Tito Dorong Mahasiswa Unhan NTT Perluas Pilihan Karier

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Belu, VIVA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengajak mahasiswa Politeknik "Ben Mboi" Universitas Pertahanan (Unhan) Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk tidak terpaku mengejar karier sebagai aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI, maupun Polri.

Menurut Tito, lulusan pendidikan vokasi justru memiliki peluang besar menjadi wirausaha dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam Indonesia yang melimpah.

Baca Juga :
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
Ketum TP PKK Ajak Pelajar TTU Siapkan Diri Menjadi Generasi Emas 2045

"Saya ingin membuka pemikiran adik-adik ya. Vokasi ini penting, pendidikan keahlian khusus yang dilatihkan di sini. Tapi jangan hanya berpikir satu pilihan saja, ingin menjadi TNI, polisi, ASN," kata Tito saat mengunjungi Politeknik "Ben Mboi" Unhan di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 27 Juni 2026.

Tito menilai Politeknik "Ben Mboi" merupakan salah satu model pendidikan vokasi yang membekali mahasiswa dengan berbagai keterampilan, mulai dari bidang pertanian, perkebunan, perikanan tangkap, budidaya laut, hingga sektor lain yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan.

Menurut dia, potensi tersebut perlu dioptimalkan dengan melahirkan lebih banyak pelaku usaha yang mampu mengolah kekayaan alam Indonesia sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

"Negara kita lebih banyak membutuhkan wiraswasta. Negara kita bisa menjadi negara G20. Artinya negara G20, grup 20 negara dengan pendapatan domestik brutonya itu terbesar di dunia," ujarnya.

Lebih lanjut, Tito menjelaskan Indonesia memiliki keunggulan sebagai negara tropis sekaligus negara kepulauan dengan tanah yang subur karena memiliki lebih dari 100 gunung berapi. Kondisi itu dinilai sangat mendukung pengembangan sektor pertanian dan perkebunan sepanjang tahun.

Selain itu, Indonesia juga memiliki sumber daya air yang melimpah melalui puluhan ribu aliran sungai serta ribuan danau yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal.

"Kita 50 ribu batang ruas sungai, artinya sungai dengan cabang-cabangnya. Kita memiliki danau, baik danau asli maupun danau buatan. Jumlahnya juga ribuan, artinya sumber air kita cukup, tapi belum maksimal digunakan. Cukup bagus untuk pertanian, perkebunan," tuturnya.

Tito kemudian mencontohkan Selandia Baru yang mampu membangun kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi yang bahkan tidak kalah besar apabila dikelola secara optimal.

Baca Juga :
Ketum TP Posyandu Tegaskan Percepatan Registrasi Perkuat Peran Posyandu sebagai Pusat Pelayanan Masyarakat
Mendagri Tito Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo
Pastikan Program Berdampak ke Warga, Wamendagri Bima Arya Wanti-wanti ASN Jangan Hanya Kejar Output

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Industri "Pengiriman Paket" ke Luar Angkasa Kian Berkembang
• 13 jam lalukompas.id
thumb
Jokowi Menerima Gelar Adat dari Lima Kerajaan di Kedaton Keagungan: Simbol Menginjak Kepala Kerbau, Apa Maknanya?
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Ribuan umat muslim gelar doa kebangsaan untuk bangsa dan presiden
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Influenza tak selalu ringan, begini cara mengobati yang tepat di rumah
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Kemenag Gelar Nikah Massal, Pasangan Pengantin Dapat Bantuan Modal Usaha
• 2 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.