Ketua Umum Partai Kebangsaan Indonesia (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan bahwa PKB mempunyai tanggungjawab terhadap masa depan Nahdlatul Ulama (NU).
Sebagai anak kandung NU, Cak Imin menuturkan PKB harus dapat ikut mengambil peran dalam pembangunan NU ke depan.
"PKB ini selain berada di eksekutif dan legislatif, sebagai anak NU juga punya tanggung jawab memikirkan NU. Kalau tidak ikut memikirkan dimarahi, ikut memikirkan dianggap campur tangan. Kan repot kalau begitu," ujar Cak Imin pernyataannya saat menghadiri acara Sholawat Kebangsaan dan Pentas Kebudayaan dikutip Sabtu (27/6).
Cak Imin menjelaskan, NU harus harus selalu dalam keadaan yang bugar agar ke depan dapat selalu menjadi penopang kesuksesan program pemerintah dalam melakukan pembangunan.
“NU harus sehat. Kalau NU tidak sehat, yang rugi negara. Kalau NU tidak sehat, yang rugi pemerintah. Karena kalau NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas lainnya sehat, mereka bisa membantu pemerintah menyukseskan pembangunan," katanya.
Ia menambahkan, beban pemerintah dalam melaksanakan pembangunan dapat ditanggulangi bila NU semakin menguat dan produktif.
“Kalau NU kuat, NU produktif, maka akan meringankan beban dan tanggung jawab pemerintah," ujarnya.
Lebih jauh, Menko PM itu juga membantah terkait campur tangan PKB saat mengkritik kebijakan NU. Ia menegaskan, PKB bertanggung jawab terhadap peran NU ke depan.





