jpnn.com, NUSA TENGGARA TIMUR - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong agar mahasiswa Politeknik "Ben Mboi" Universitas Pertahanan (Unhan) Nusa Tenggara Timur (NTT) memperluas pilihan karier.
Menurutnya, lulusan pendidikan vokasi memiliki banyak peluang untuk mengembangkan kompetensinya, termasuk melalui kewirausahaan.
BACA JUGA: Mendagri Tito Hadiri Puncak PENAS Petani di Gorontal
Sehingga tidak hanya terpaku pada pilihan menjadi aota TNI, Polri, atau aparatur sipil negara (ASN).
"Saya ingin membuka pemikiran adik-adik, ya. Vokasi ini penting, pendidikan keahlian khusus yang dilatihkan di sini. Tapi jangan hanya berpikir satu pilihan saja, ingin menjadi TNI, polisi, ASN," kata Mendagri saat mengunjungi Politeknik "Ben Mboi" Unhan di Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, NTT, Sabtu (27/6/2026).
BACA JUGA: Mendagri Tito Sebut Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
Mendagri menilai Politeknik "Ben Mboi" Unhan NTT merupakan salah satu model pendidikan vokasi unggulan yang membekali mahasiswa dengan berbagai keterampilan, terutama di bidang pertanian, perkebunan, perikanan tangkap, budidaya laut, serta bidang lain yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Menurutnya, potensi tersebut perlu dimanfaatkan melalui tumbuhnya lebih banyak wirausaha yang mampu mengolah kekayaan sumber daya alam Indonesia.
BACA JUGA: Mendagri Tito: Optimalisasi Program Perumahan Rakyat Pacu Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Hal ini sekaligus akan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia.
"Negara kita lebih banyak membutuhkan wiraswasta. Negara kita bisa menjadi negara G20. Artinya negara G20, grup 20 negara dengan pendapatan domestik brutonya itu terbesar di dunia," terangnya.
Lebih lanjut, Mendagri menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara tropis sekaligus negara kepulauan yang memiliki lebih dari 100 gunung berapi sehingga tanahnya sangat subur.
Kondisi tersebut mendukung sektor pertanian dan perkebunan, ditambah iklim tropis yang memungkinkan kegiatan tanam berlangsung sepanjang tahun.
Selain itu, berbeda dengan sejumlah negara di kawasan Jazirah Arab, Indonesia juga memiliki puluhan ribu aliran sungai.
"Kita 50 ribu batang ruas sungai, artinya sungai dengan cabang-cabangnya. Kita memiliki danau, baik danau asli maupun danau buatan. Jumlahnya juga ribuan, artinya sumber air kita cukup, tapi belum maksimal digunakan. Cukup bagus untuk pertanian, perkebunan," ucapnya.
Mendagri juga mencontohkan Selandia Baru yang mampu membangun kesejahteraan melalui pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi yang tidak kalah besar karena dikaruniai sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sepanjang tahun.
"Jadi, sebetulnya potensi untuk berusaha di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan itu sangat terbuka dan bisa menghasilkan kalau di sini uang bahasanya osan, osannya lebih banyak daripada jadi anggota TNI, Polri, ASN," kata Mendagri Tito.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Belu Willybrodus Lay, serta civitas academica dan para kadet Politeknik "Ben Mboi" Unhan NTT. (jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Seusai Tinjau Perumahan di Skouw, Mendagri Cek BSPS di Kampung Nelayan Tanjung Ria
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com




