JAKARTA, DISWAY.ID - Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mengkritik latihan dasar kepemimpinan militer koperasi desa merah putih.
Direktur Eksekutif Human Rights Working Group (HRWG) Indonesia Daniel Awigra menilai kegiatan tersebut tak ada relevansinya dengan pengelolaan koperasi.
"Kompetensi pengelola koperasi dibangun melalui tata kelola organisasi, kepemimpinan partisipatif, akuntabilitas, literasi keuangan, dan pemberdayaan masyarakat, bukan melalui latihan militer," kata Daniel dalam keterangannya, Sabtu, 27 Juni 2026.
BACA JUGA:Bukan Latihan Militernya yang Terlalu Keras, Kata Dudung Mungkin Ada Sakit Lain
Daniel mengkritik pelibatan TNI dalam program KDMP.
Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan semakin meluasnya praktik militerisasi ruang sipil dan dinilai tidak sejalan dengan semangat reformasi sektor keamanan.
Mereka berpandangan organisasi sipil dan institusi militer memiliki fungsi, karakter, dan tujuan yang berbeda. Karena itu, pendekatan militer dinilai tidak tepat diterapkan dalam pembinaan calon pengelola koperasi.
Selain itu, koalisi menilai pendekatan militeristik berpotensi mengikis nilai-nilai demokrasi dalam organisasi sipil.
BACA JUGA:3 Peserta Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latihan Militer, Benarkah Ada Kelalaian?
Lingkungan militer yang menekankan komando, hierarki, dan kepatuhan dianggap berbeda dengan kebutuhan organisasi sipil yang membutuhkan ruang dialog, kreativitas, berpikir kritis, dan pengambilan keputusan secara partisipatif
"Pemerintah seolah menganggap bahwa setiap persoalan tata kelola sipil dapat diselesaikan melalui pendekatan militer, padahal organisasi sipil dan institusi militer memiliki karakter, fungsi, dan tujuan yang sama sekali berbeda," tegasnya.
Menurutnya, kematian lima peserta semakin memperkuat kritik terhadap berbagai program pemerintah yang melibatkan pendekatan militer dalam urusan sipil.
BACA JUGA:Profil dan Rekam Jejak Ibnu Sutowo Pemilik Hotel Sultan, Tokoh Militer dan Bos PT Indobuildco
Ia menilai program pelatihan manajer KDMP sejak awal dibangun di atas asumsi yang keliru bahwa disiplin militer identik dengan profesionalisme organisasi sipil.
"Kami menilai program pelatihan Manajer Koperasi Desa Merah Putih sejak awal telah cacat secara konseptual karena dibangun di atas asumsi yang keliru bahwa disiplin militer identik dengan profesionalisme organisasi sipil. Tragedi yang menewaskan lima peserta semakin menegaskan bahwa asumsi tersebut bukan hanya keliru, tetapi juga berbahaya," imbuhnya.
- 1
- 2
- »





