Gus Lilur: NU Butuh Pemimpin yang Mampu Mempersatukan

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Warga Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus Kiai Kampung HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur mengharapkan Muktamar ke-35 NU dapat menghadirkan pemimpin yang mampu mempersatukan.

"Sebab, semua jemaah Nahdlatul Ulama menyesalkan pertengkaran yang terjadi di tubuh PBNU," ujar Gus Lilur dalam keterangan tertulis pada Sabtu (27/6/2026).

BACA JUGA: Sistem Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU dari Masa ke Masa

Menurut Gus Lilur, mayoritas warga NU sesungguhnya tidak menghendaki para pemimpinnya terus bertengkar.

Lebih lanjut, Gus Lilur menyebut terdapat enam tokoh utama yang selama beberapa tahun terakhir terlibat dalam dinamika konflik tersebut.

BACA JUGA: Muktamar NU: Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Pertama, "Kubu Sultan", yaitu Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Bendahara Umum PBNU H Gudfan Arif Ghofur.

Kedua, "Kubu Kramat", yaitu Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Katib Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori, dan Wakil Ketua Umum PBNU KH Amin Said Husni.

BACA JUGA: Menjelang Muktamar NU, Gus Salam Didoakan Guru Wildan Banjar

Menurut Gus Lilur, konflik justru terjadi di antara mereka yang secara organisatoris seharusnya saling menopang.

Katib Aam semestinya berjalan selaras dengan Rais Aam. Ketua Umum idealnya bekerja harmonis dengan Sekjen.

Demikian pula Wakil Ketua Umum dan Bendahara Umum.

"Namun yang terjadi justru sebaliknya. Pertengkaran berlangsung berkepanjangan dan berkali-kali menjadi konsumsi publik," ujarnya.

Gus Lilur menilai konflik organisasi sebesar NU selalu dipengaruhi banyak faktor: perbedaan visi, komunikasi yang buruk, persaingan politik, hingga perebutan pengaruh di sekitar pusat kekuasaan organisasi.

Namun, pola yang terus berulang dari fase ke fase patut menjadi bahan renungan bersama.

"NU membutuhkan pemimpin yang mampu menyatukan, bukan menambah fragmentasi. NU memerlukan figur yang teduh, sederhana, dan mampu menjadi perekat seluruh unsur jam'iyah," ujar Gus Lilur.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jaga Jakarta On The Spot di Matraman, Polda Metro Ajak Warga Cegah Tawuran
• 15 jam laludetik.com
thumb
EV: Mampukah Menjadi Solusi untuk Menekan Ketergantungan Energi dan Beban Subsid
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Momen Pramono-Rano Diiringi Tanjidor Hadiri Puncak HUT Jakarta
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Kritik Pelibatan Taruna Akmil Didik Pelajar Sekolah Rakyat, Amnesty: Harus Dibatalkan
• 6 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.