Menkomdigi Meutya Hafid Mengimbau Masyarakat Waspada Berinteraksi di Ruang Digital Usai Kasus Penganiayaan di Bandung

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menekankan pentingnya kewaspadaan saat berinteraksi di ruang digital agar masyarakat tidak terlibat dengan orang-orang yang memiliki niat jahat, menyusul kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berusia 29 tahun yang diduga mengenal pelaku melalui aplikasi kencan daring di wilayah Bandung.

Imbauan Tingkatkan Kewaspadaan di Ruang Digital

Pernyataan tersebut disampaikan Meutya dalam keterangan pers Kementerian Komunikasi dan Digital yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Meutya mengungkapkan, "Interaksi yang berawal dari ruang digital harus selalu disertai kehati-hatian dan literasi digital yang baik. Algoritma dirancang untuk menemukan kecocokan, bukan menjamin seseorang dapat dipercaya."

Ia menjelaskan bahwa profil, foto, maupun informasi yang ditampilkan di media sosial atau aplikasi digital tidak selalu benar.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak langsung mempercayai informasi yang ditampilkan tanpa melakukan verifikasi.

Pengguna platform digital juga diminta menjaga keamanan data pribadi saat beraktivitas di ruang digital.

Masyarakat disarankan memanfaatkan fitur pelaporan apabila menemukan perilaku yang mencurigakan.

Pengguna juga dianjurkan menggunakan fitur pemblokiran terhadap akun yang mencurigakan saat berinteraksi di ruang digital.

Kasus dan Modus Kejahatan Digital Terus Bermunculan

Imbauan tersebut disampaikan setelah kasus penyekapan dan penganiayaan di Bandung yang diduga dilakukan oleh seorang pria bernama Taufik Hidayat berusia 30 tahun terhadap seorang perempuan berusia 29 tahun.

Korban diduga mengenal pelaku melalui aplikasi kencan daring sebelum peristiwa tersebut terjadi.

Kementerian Komunikasi dan Digital menyebut kejahatan yang berkaitan dengan penggunaan aplikasi kencan daring bukan merupakan hal baru.

Salah satu modus yang kerap digunakan pelaku adalah pig butchering.

Modus lainnya dikenal sebagai love scamming.

Dalam kedua modus tersebut, pelaku memanfaatkan platform digital untuk melakukan penipuan dan kemudian menguras uang para korban yang berhasil diperdaya.

Pada awal Juni 2026, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Tengah bersama Biro Penyelidikan Federal Amerika Serikat (Federal Bureau of Investigation/FBI) membongkar jaringan penipu internasional dengan modus pig butchering.

Korban jaringan tersebut merupakan warga Amerika Serikat.

Kejahatan itu mengakibatkan kerugian korban mencapai sekitar 2,3 juta dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp41,1 miliar.

Sebagai upaya menekan kejahatan yang bermula di ruang digital, pemerintah terus meningkatkan keamanan ruang digital, memperkuat literasi digital masyarakat, serta meningkatkan kecakapan masyarakat agar mampu memanfaatkan platform digital secara bijak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pesan Pramono di HUT ke-499 DKI: Warga Harus Hidup Nyaman, Gampang, dan Bahagia
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Sekolah Tidak Akan Bertumbuh Jika Guru Hanya Dievaluasi
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Mengurai Sengkarut Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Pratinjau Aljazair lawan Austria, laga penentu tiket ke 32 besar
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Warga Mulai Padati Bundaran HI, Saksikan Kemeriahan Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta!
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.