Jakarta: Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan duka cita mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Republik Bolivar Venezuela atas gempa bumi yang terjadi pada 24 Juni 2026.
Dua guncangan dahsyat tersebut telah menewaskan setidaknya 920 orang, dan lebih dari 50 ribu lainnya masih dinyatakan hilang.
"Gempa bumi tersebut telah menimbulkan banyak korban jiwa serta kerusakan pada infrastruktur publik. Kami juga menyampaikan duka cita kepada keluarga para korban dan seluruh masyarakat yang terdampak oleh tragedi ini," ujar keterangan Kemlu RI melalui platform X, Sabtu, 27 Juni 2026.
Seiring masih berlangsungnya upaya penyelamatan dan pencarian penyintas, Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan solidaritasnya kepada Pemerintah dan rakyat Republik Bolivar Venezuela.
"Kami yakin masyarakat Republik Bolivar Venezuela memiliki kekuatan dan ketangguhan untuk bangkit dan pulih kembali," pungkas Kemlu RI. Dua Gempa di Venezuela Venezuela diguncang dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi secara berurutan pada Rabu lalu. Bencana tersebut telah menewaskan sedikitnya 920 orang dan melukai sekitar 3.360 lainnya.
Pemerintah Venezuela juga melaporkan sedikitnya 383 bangunan, 13 rumah sakit, 25 pusat perbelanjaan, serta 1.002 bangunan lainnya mengalami kerusakan akibat gempa. Puluhan ribu orang dilaporkan masih belum diketahui keberadaannya.
Sejumlah negara kini mengerahkan tim pencarian dan penyelamatan untuk membantu operasi kemanusiaan di Venezuela.
Menurut Direktorat Operasi Perlindungan Sipil dan Bantuan Kemanusiaan Komisi Eropa, lebih dari 520 personel penyelamat dari negara-negara Uni Eropa telah dimobilisasi. Bantuan tersebut berasal dari Republik Ceko, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, dan Luksemburg.
Baca juga: Korban Gempa Venezuela 920 Orang, Tim Penyelamat Global Terus Cari Penyintas




