Bakom soal Perbaikan Tata Kelola MBG: Pasti Ada yang Tidak Senang

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Hariqo Wibawa Satria mengatakanm pebaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pasti membuat segelintir orang tidak merasa senang.

"Memang perbaikan-perbaikan ini pasti tidak tidak menyenangkan. Perbaikan yang dilakukan dalam program MBG ini sudah pasti tidak menyenangkan. Moratorium, pasti banyak yang enggak senang," tutur Hariqo di Hotel AONE, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026).

Baca juga: KSP Dudung: Kalau Ada yang Nolak MBG, Silakan Berdialog dengan Saya

Hariqo menuturkan, penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi alias dapur-dapur MBG pasti juga tidak disukai oleh segelintir orang berkepentingan

"Dapur baru disetop dulu, pasti banyak yang enggak senang. Refocusing penerima anggaran, pasti banyak yang enggak senang," ucapnya.

Dia lalu menyebut, belum lama ini juga Badan Gizi Nasional (BGN) menyoret 76 sekolah di Pulau Jawa dari daftar penerima MBG karena sekolah-sekolah itu tergolong mampu mencukupi kebutuhan gizi sendiri.

"Itu juga pasti banyak yang enggak senang," sebut Hariqo.

Baca juga: Relawan SPPG Minta MBG Tetap Berjalan meski Libur Sekolah: Kami Kehilangan Penghasilan

Hariqo mengetahui munculnya kontra setelah BGN melakukan evaluasi insentif bagi setiap dapur MBG.

"Dulu setiap dapur Rp 6 juta, sekarang dievaluasi, tidak harus semua dapur Rp 6 juta, tergantung jumlah penerima manfaatnya, pasti banyak yang enggak senang," ucapnya.

Dia lalu menyingung sejumlah mitra yang melayangkan aksi protes para pengusaha yang menolak penghentian MBG selama masa libur sekolah 18 hari.

Menurut Hariqo, semua konsekuensi itu mau tidak mau harus diterima agar program-program strategis Prabowo berjalan dengan baik.

"Tapi inilah konsekuensi dari perbaikan. Dan perbaikan itu harus dijalankan, gitu," pungkas dia.

Baca juga: Menkes Beri Penjelasan Soal Pasien TBC Jadi Penerima MBG: Wewenang Tetap di BGN

MBG Disetop Selama Libur Sekolah

Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meniadakan penyaluran program Makan Begizi Gratis (MBG) mulai hari ini, Senin (22/6/2026). Penyetopan penyaluran MBG selama libur sekolah dilakukan mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026.

Kebijakan tersebut diambil dan diatur dalam Surat Edaran (SE) Kepala BGN Nomor 12 Tahun 2026 tentang penyesuaian operasional SPPG pada saat periode hari libur dalam rangka penyelenggaraan program MBG pada tahun anggaran 2026.

Penyetopan MBG juga bertujuan untuk mengevaluasi dan memperbaiki tata kelola program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu.

"Untuk kali ini kebijakan yang kami ambil adalah kami benar-benar tidak mendistribusikan MBG, dengan maksud tadi, untuk standardisasi tata kelola operasional, efisiensi sumber daya," kata Wakil Kepala BGN sekaligus Juru Bicara BGN Agustina Arumsari, saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, dikutip dari siaran Youtube Kompas TV, Kamis (18/6/2026).

Baca juga: Stunting yang Tersisih oleh Dapur MBG

Sari menjelaskan, selama masa libur sekolah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program MBG tidak akan menerima insentif operasional sebesar Rp 6 juta per hari.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Di dalam SE ini menegaskan bahwa dengan tidak didistribusikannya MBG, maka seluruh SPPG yang tidak beroperasi tidak akan mendapat insentif," ujar Sari.

Dengan penyetopan sementara pemberian insentif selama periode libur sekolah, BGN memperkirakan dapat melakukan efisiensi anggaran hingga Rp 3 triliun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengamat Nilai Manuver Jokowi di Lampung Perkuat Posisi Gibran Menuju 2029
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Belgia pastikan tempat di 32 besar usai hancurkan Selandia Baru 5-1
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Mahasiswa UBK yang Terima Uang Demo 15 Juni Terancam Sanksi Akademik hingga DO
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Buyback Melonjak Rp38.000
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
Siapkan Aplikasi Pengaduan Rokok Ilegal, Dedi Mulyadi: Siapa yang Lapor akan Dikasih Hadiah
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.