jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) terhadap calon manajer Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) bukan dimaksudkan untuk membentuk prajurit TNI.
Hal demikian disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia.
BACA JUGA: Bertambah Lagi, Total 5 Calon Manajer Kopdes yang Meninggal saat Latsarmil
"Perlu kami tegaskan bahwa kegiatan ini bukan bertujuan membentuk peserta menjadi prajurit atau anggota militer," kata Gede.
Kemhan hanya ingin membentuk karakter, kepemimpinan, disiplin, dan profesionalisme ketika melatih calon manajer Kopdes Merah Putih serta KNMP di Latsarmil.
BACA JUGA: Prabowo Bilang Hanya di Indonesia Tentara Kerja ke Sawah, DPR Malah Bangga, Duh...
"Para peserta tetap berada pada profesi dan penugasan sipilnya sebagai calon manajer pengelola Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar dia.
Gede melanjutkan para peserta selama Latsarmil mendapatkan pelatihan berupa materi bela negara dan manajerial.
BACA JUGA: PDIP Pertanyakan Tindakan Prabowo Setelah Tahu Pemodal Demonstrasi
Tujuannya, ujar dia, untuk membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama, tanggung jawab, profesionalisme, kemampuan bekerja dalam tekanan, dan semangat pengabdian ke masyarakat.
”Korelasi kegiatan ini dengan pertahanan negara terletak pada peran strategis Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih dalam memperkuat ekonomi kerakyatan,” ungkap dia.
Menurut Gede, Kemhan menilai pembentukan calon manajer koperasi yang berkarakter, berintegritas, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan sejalan dengan semangat pembangunan nasional dan pertahanan negara.
”Penyelenggaraan latihan bela negara dan manajerial ini disusun secara terukur dengan memperhatikan latar belakang peserta sebagai masyarakat sipil. Kegiatan ini tidak disamakan dengan pendidikan militer atau prajurit," kata dia.
Sementara itu, Kepala Pusat Komponen Cadangan (Kapus Komcad) Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan menyebut porsi latihan bagi para peserta Latsarmil tidak mengarah ke pembentukan personel militer.
Dia menyebut, yang dikedepankan dalam Latsarmil bagi calon manajer koperasi ialah terkait kedisiplinan, integritas, dan etos kerja.
"Porsi sejak awal itu tidak berat, bahkan, kami sampaikan di sini, dalam proses rekrutmen juga saudara-saudara kita yang disabilitas juga kami terima," kata Hengki.
Dia mengatakan diterimanya warga yang disabilitas menandakan Latsarmil tak mengedepankan porsi fisik dalam pelatihan.
"Kementerian Pertahanan juga bermohon kepada Kementerian Kesehatan untuk men-screening semuanya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kami inginkan kembali,” ungkapnya.(ast/jpnn)
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Aristo Setiawan




