jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum LOGIS 08 Anshar Ilo mengapresiasi langkah cepat Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang bergerak merespons ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sejumlah sektor industri dengan membangun komunikasi intensif bersama pemerintah dan pimpinan perusahaan.
Mantan Wakil Ketua Umum DPP KNPI ini menilai respons yang dilakukan Dasco menunjukkan keberpihakan terhadap perlindungan tenaga kerja sekaligus menjaga keberlangsungan dunia usaha di tengah tekanan ekonomi global.
BACA JUGA: Ketum Logis 08 Apresiasi Langkah Dasco Kawal Penurunan Potongan Komisi Ojol Menjadi 8 Persen
Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo. Foto: Source for JPNN
BACA JUGA: Dasco Bakal Pimpin Serap Aspirasi ke Parpol Nonparlemen untuk RUU Pemilu
"Langkah cepat Pak Sufmi Dasco patut diapresiasi. Ketika ada ancaman PHK yang dapat berdampak pada puluhan ribu pekerja, beliau tidak hanya menyampaikan keprihatinan, tetapi langsung membangun komunikasi dengan para pemangku kepentingan untuk mencari solusi," ujar Anshar Ilo, Minggu (28/06).
Menurutnya, penyelamatan lapangan kerja harus menjadi prioritas bersama. Karena itu, sinergi antara DPR, pemerintah, pelaku industri, dan serikat pekerja perlu terus diperkuat agar persoalan yang dihadapi dunia usaha tidak berujung pada gelombang PHK.
BACA JUGA: David Herson Apresiasi Langkah Dasco Menerima dan Berdialog dengan Mahasiswa di Kompleks DPR
Anshar juga berharap langkah-langkah yang telah diinisiasi dapat menghasilkan kebijakan yang mampu menjaga iklim investasi sekaligus memberikan kepastian bagi para pekerja.
Yang dibutuhkan saat ini adalah solusi yang konkret dan cepat. Dunia usaha harus tetap berjalan, sementara hak-hak pekerja juga harus terlindungi. Komunikasi yang dibangun Pak Dasco menjadi langkah positif untuk mencari titik temu bagi semua pihak," tambahnya.
Sebelumnya, Sufmi Dasco Ahmad melakukan serangkaian komunikasi dengan sejumlah pihak setelah menerima laporan mengenai ancaman PHK massal di sektor industri.
DPR bersama pemerintah juga melakukan koordinasi untuk mencari jalan keluar, termasuk membahas persoalan harga gas industri yang dinilai menjadi salah satu penyebab meningkatnya beban biaya produksi perusahaan.(fri/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




