Jakarta, tvOnenews.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui Juru bicaranya, Seno Bagaskoro, mempertanyakan solusi yang akan dilakukan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Jokowi dan partai barunya, yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menghadapi sejumlah masalah bangsa.
Hal ini disampaikan Seno Bagaskoro merespons safari politik Jokowi ke daerah-daerah yang disebut untuk bertemu dengan masyarakat.
Ia menilai, saat ini ada banyak isu politik yang menarik ditanggapi, dan masyarakat menunggu gagasan Jokowi terkait hal itu.
“Bahwa kemudian hari ini ada banyak isu politik yang menarik untuk ditanggapi, tentu masyarakat menunggu bahwa bagaimana gagasan dari Pak Jokowi soal itu,” jelasnya seperti dikutip pada Sabtu (27/6/2026).
“Ada banyak kan isu yang bisa ditanggapi begitu, soal bagaimana misalnya pasca ada penangkapan pimpinan MBG, itu bagaimana mengevaluasi pemerintah,” bebernya.
Kemudian ia menyinggung bagaimana evaluasi yang ditawarkan oleh Jokowi dan partai barunya terkait meninggalnya empat calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Soal bagaimana pasca misalnya ada empat calon manajer KDMP yang meninggal dunia, itu bagaimana kira-kira evaluasi yang ditawarkan oleh Pak Jokowi dan partai politik barunya. Itu kan hal-hal yang menarik untuk ditanggapi sebagai politik ide,” bebernya.
“Jadi bukan sekedar politik kekuasaan, tetapi lebih ke politik ide. Bagaimana misalnya kalau bicara beban fiskal, bagaimana konteks IKN hari ini, yang statusnya itu hari ini, kita masih abu-abu sekali melihatnya,” jelasnya.
Ia juga mempertanyakan apakah proyek IKN akan diteruskan oleh pemerintah saat ini. Seno kemudian menyinggung mengenai proyek kereta cepat Whoosh.
“Soal Whoosh dan kereta cepat misalnya di Bandung itu yang kemarin sempat di banyak mata memandang kan pasca beban fiskal utang kita juga membengkak dan lain sebagainya. Bagaimana kira-kiranya keluar dari lubang jarum ekonomi politik itu.”
“Nah, hal-hal semacamnya yang ditunggu masyarakat. Politik gagasan, politik ide. Jadi bukan sekedar politik sebagai suatu kemisteriusan, begitu,” pungkasnya. (aag)




