Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) membidik marketing sales sebesar Rp9,5 triliun pada 2026, atau relatif sama dengan realisasi tahun sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan Ciputra Development Aditya Ciputra Sastrawinata mengatakan target tersebut ditetapkan dengan mempertimbangkan kondisi pasar properti yang masih menghadapi tantangan di sejumlah wilayah.
"Target di 2026 ditetapkan dengan penuh pertimbangan dan kehati-hatian karena melihat masih lesunya permintaan properti di beberapa wilayah akibat faktor penurunan daya beli. Namun, dengan pengalaman lebih dari 40 tahun di bisnis properti, kami yakin mampu memenuhi target tersebut," ujarnya dalam Public Expose, Jumat (26/6/2026).
Aditya mengatakan Ciputra akan mengandalkan pengembangan produk residensial baru serta diversifikasi geografis untuk mencapai target tersebut. Selain itu, insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) diharapkan dapat menjadi katalis yang mendorong permintaan hunian.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, CTRA telah meluncurkan dua proyek residensial baru sepanjang tahun ini, yakni Citra Homes Halim di Jakarta dan Citra Bukit Golf Sentul di Bogor.
Pada kuartal I/2026, perseroan juga memperkenalkan klaster Cedarwood@Forestine di CitraGarden City Jakarta serta Hortis Phase 2 di CitraGarden Serpong.
Baca Juga
- Ciputra (CTRA) Tebar Dividen Rp667 Miliar Usai Raup Laba Rp2,7 Triliun
- BI Rate 5,75%, Ciputra (CTRA) Ungkap Risiko Pasar Properti Melambat
- Era Suku Bunga Tinggi, Ciputra (CTRA) Kaji Ulang Target Marketing Sales
Memasuki semester II/2026, CTRA berencana meluncurkan sejumlah proyek baru, antara lain Klaster Lacewood Phase 1@The Forestine dan Solea Terrace di CitraGarden City Jakarta, serta Apartemen Kataluna di CitraLand City CPI Makassar.
Aditya menegaskan perseroan akan terus menghadirkan produk-produk inovatif dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan sebagai fondasi pengembangan bisnis jangka panjang.
Sementara itu, sepanjang 2025 CTRA membukukan marketing sales sebesar Rp9,5 triliun, turun 14% dibandingkan realisasi 2024 yang mencapai Rp11 triliun. Meski demikian, kinerja keuangan perseroan tetap mencatatkan pertumbuhan positif.
Direktur Utama CTRA Candra Ciputra mengatakan pendapatan perseroan sepanjang 2025 naik 13% menjadi Rp12,7 triliun dari Rp11,2 triliun pada tahun sebelumnya. Laba bersih juga meningkat 25% menjadi Rp2,7 triliun dibandingkan Rp2,1 triliun pada 2024.
Sejalan dengan kinerja tersebut, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp667 miliar atau Rp36 per saham. Nilai tersebut setara dengan 25,1% dari laba bersih tahun buku 2025.
Untuk menopang pertumbuhan jangka panjang, sepanjang 2025 perseroan juga meluncurkan lebih dari 12 klaster baru yang tersebar di berbagai proyek unggulan, antara lain CitraGarden Bintaro, CitraLand Surabaya, CitraGarden City Jakarta, CitraLand Gama City Medan, CitraGarden Serpong, Citra City Sentul, CitraLand The GreenLake Surabaya, hingga CitraLand Celebes Makassar.





