Ancaman tarif impor 100 persen untuk Eropa menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Sabtu (27/6). Selain itu, percepatan elektrifikasi KRL Green Line. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:
Trump Ancam Kenakan Tarif Impor 100 Persen untuk EropaPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan ancaman untuk menerapkan tarif impor fantastis sebesar 100 persen terhadap negara-negara Uni Eropa (UE).
Ancaman ini dipicu oleh kebijakan pajak layanan digital yang diterapkan oleh sejumlah negara UE.
Langkah ini berpotensi membatalkan kesepakatan dagang bilateral yang telah ada dan dapat memicu eskalasi perang dagang antara kedua blok ekonomi besar.
Ancaman ini bukan yang pertama, mengingat sebelumnya Trump juga mengancam Prancis atas pajak layanan digital 3 persen yang telah diterapkan sejak 2019.
Pajak tersebut menargetkan raksasa teknologi AS seperti Facebook, Amazon, Apple, dan Alphabet. AS menilai kebijakan ini sebagai hambatan ekspor dan merugikan kepentingan bisnis perusahaan-perusahaan teknologi mereka yang mendominasi pasar digital global.
Juru Bicara Komisi Eropa telah menyatakan UE akan merespons ancaman tersebut secara cepat dan tegas demi melindungi hak-hak serta otonomi dalam menetapkan regulasi.
Pemerintah Percepat Elektrifikasi KRL Green Line, Target Rampung 2027Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), mempercepat proyek elektrifikasi KRL Green Line lintas Tanah Abang-Rangkasbitung dengan target rampung pada 2027.
Prioritas ini didasari oleh data tingkat okupansi jalur Green Line yang mencapai 161 persen pada jam sibuk, jauh melampaui Blue Line (140 persen) dan Red Line (130 persen).
Tingginya kepadatan, setara delapan orang per meter persegi, menunjukkan urgensi peningkatan kapasitas layanan KRL yang melayani sekitar 1,3 juta penumpang per hari.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan peningkatan kapasitas akan dilakukan dengan elektrifikasi jalur serta penggantian rangkaian kereta menjadi 12 gerbong yang lebih besar, serupa dengan yang beroperasi di Blue Line.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono menambahkan koordinasi intensif dengan PT KAI, PLN, dan Danantara telah dilakukan untuk segera memulai pembangunan gardu listrik baru di sepanjang jalur.
Proyek ini diharapkan dapat mengatasi lonjakan penumpang KRL Jabodetabek yang diperkirakan akan meningkat menjadi sedikitnya 1,4 juta penumpang per hari pada 2030.





