Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) melibatkan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sebagai mitra strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui penguatan kelembagaan petani, modernisasi pertanian, hingga peningkatan kesejahteraan petani.
Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan HKTI memiliki peran penting sebagai organisasi yang menghimpun dan memperjuangkan kepentingan petani sekaligus menjadi penghubung antara kebutuhan petani dengan kebijakan pemerintah.
Baca juga: Pemprov Kalbar dan Sesko TNI bersinergi perkuat ketahanan pangan
"HKTI memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi wadah perjuangan dan penguatan bagi para petani. Saya berharap HKTI Kalbar semakin fokus pada penguatan ketahanan pangan daerah, peningkatan kualitas produksi pertanian, hingga pendampingan petani dalam mengadopsi teknologi pertanian modern," kata Norsan di Pontianak, Minggu.
Menurut Norsan, penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya dilakukan melalui peningkatan produksi pertanian, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan kelembagaan petani, pemanfaatan teknologi modern, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
Ia menilai melibatkan HKTI se-Kalimantan Barat menjadi langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi agar lebih responsif dalam menghadapi tantangan sektor pertanian dan ketahanan pangan.
"HKTI harus hadir lebih konkret di tengah petani, tidak hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai motor penggerak peningkatan produktivitas dan kesejahteraan," katanya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga mendorong setiap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI di kabupaten dan kota menyusun program kerja yang terukur dengan mengacu pada potensi unggulan masing-masing daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan program pertanian yang lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat langsung kepada petani.
Selain memperkuat kelembagaan petani, Pemprov Kalbar menegaskan komitmennya memperluas sinergi dengan HKTI melalui dukungan akses permodalan, penyediaan sarana produksi, penguatan distribusi, hingga pemasaran hasil pertanian sebagai bagian dari upaya membangun rantai pasok pangan yang lebih kuat dari hulu hingga hilir.
Baca juga: Presiden Prabowo menghadiri panen raya jagung di Kalbar
Baca juga: Kalbar targetkan penanaman Jagung pada lahan seluas 9.121 hektare
Menurut Norsan, kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian Kalimantan Barat sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah di tengah berbagai tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi.
Ia optimistis keterlibatan HKTI sebagai mitra strategis pemerintah akan mempercepat peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui peningkatan kesejahteraan petani di Kalimantan Barat.
Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan HKTI memiliki peran penting sebagai organisasi yang menghimpun dan memperjuangkan kepentingan petani sekaligus menjadi penghubung antara kebutuhan petani dengan kebijakan pemerintah.
Baca juga: Pemprov Kalbar dan Sesko TNI bersinergi perkuat ketahanan pangan
"HKTI memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi wadah perjuangan dan penguatan bagi para petani. Saya berharap HKTI Kalbar semakin fokus pada penguatan ketahanan pangan daerah, peningkatan kualitas produksi pertanian, hingga pendampingan petani dalam mengadopsi teknologi pertanian modern," kata Norsan di Pontianak, Minggu.
Menurut Norsan, penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya dilakukan melalui peningkatan produksi pertanian, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan kelembagaan petani, pemanfaatan teknologi modern, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
Ia menilai melibatkan HKTI se-Kalimantan Barat menjadi langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi agar lebih responsif dalam menghadapi tantangan sektor pertanian dan ketahanan pangan.
"HKTI harus hadir lebih konkret di tengah petani, tidak hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai motor penggerak peningkatan produktivitas dan kesejahteraan," katanya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga mendorong setiap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI di kabupaten dan kota menyusun program kerja yang terukur dengan mengacu pada potensi unggulan masing-masing daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan program pertanian yang lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat langsung kepada petani.
Selain memperkuat kelembagaan petani, Pemprov Kalbar menegaskan komitmennya memperluas sinergi dengan HKTI melalui dukungan akses permodalan, penyediaan sarana produksi, penguatan distribusi, hingga pemasaran hasil pertanian sebagai bagian dari upaya membangun rantai pasok pangan yang lebih kuat dari hulu hingga hilir.
Baca juga: Presiden Prabowo menghadiri panen raya jagung di Kalbar
Baca juga: Kalbar targetkan penanaman Jagung pada lahan seluas 9.121 hektare
Menurut Norsan, kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing sektor pertanian Kalimantan Barat sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah di tengah berbagai tantangan perubahan iklim dan dinamika ekonomi.
Ia optimistis keterlibatan HKTI sebagai mitra strategis pemerintah akan mempercepat peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui peningkatan kesejahteraan petani di Kalimantan Barat.





