Zulhas Minta Perguruan Tinggi Gencar Kembangkan Riset Teknologi Pengolahan Sampah hingga Sektor Pangan

disway.id
18 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Solusi teknologi untuk pengolahan sampah menjadi salah satu isu strategis yang dibahas dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains dan Teknologi Indonesia (KSTI) 2026 hari kedua yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Indonesia (MRPTNI), Sabtu 27 Juni 2026.

Menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Bidang Pangan), Zulkifli Hasan sebagai narasumber pada Sarasehan sesi ke-7, forum tersebut membahas pentingnya kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi dalam mengembangkan teknologi pengolahan sampah sebagai solusi dari upaya penanganan sampah.

Hal itu sesuai instruksi Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat implementasi teknologi pengolahan sampah skala mikro hasil inovasi perguruan tinggi sebagai pelengkap pengembangan fasilitas Waste to Energy.

BACA JUGA:Zulhas Akui Banyak Masalah di BGN, Dapur MBG akan Diaudit

Melalui pendekatan tersebut, penanganan sampah diharapkan tidak hanya bertumpu pada teknologi berskala besar, tetapi juga didukung teknologi yang dapat diterapkan hingga tingkat desa dan kelurahan melalui inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi.

Dalam paparannya, Menko Bidang Pangan menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan penyederhanaan regulasi untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan strategis, termasuk pengelolaan sampah.

Menurut Menko Zulkifli, pembangunan fasilitas Waste to Energy menjadi salah satu langkah penting untuk menangani timbulan sampah dalam skala besar.

BACA JUGA:Momen Zulhas Salah Sebut Nama Desa di Kebumen, Prabowo: Perlu di Reshuffle Tidak?

Menurut Menko Zulkifli Hasan, penyelesaian persoalan sampah tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri.

Dukungan riset, inovasi, dan kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam pengembangan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari skala rumah tangga hingga fasilitas berkapasitas besar.

"Di koordinasi saya itu banyak sekali yang mesti kita selesaikan cepat dan itu tidak mungkin dikerjakan sendiri tanpa kerja sama dengan perguruan tinggi. Saya ambil contoh pengelolaan sampah. Kalau kita ingin menyelesaikan sampah, semuanya perlu ada alatnya, mulai teknologi yang sederhana sampai yang rumit. Dan itu tidak mungkin kami yang kerjakan. Oleh karena itu kami minta kerja sama dengan perguruan tinggi," ujar Menko Zulkifli Hasan.

BACA JUGA:Jelang Idul Adha, Menko Zulhas Pastikan Harga Pangan Stabil, Termasuk MinyaKita

Selain pengelolaan sampah, Menko Pangan juga memaparkan transformasi sektor pangan melalui penyederhanaan berbagai regulasi untuk mempercepat implementasi kebijakan pemerintah.

Langkah tersebut di antaranya mencakup reformasi tata kelola distribusi pupuk bersubsidi agar lebih efektif, penetapan Harga Pembelian Gabah (HPP) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani, serta penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai infrastruktur ekonomi desa yang mendukung distribusi pangan dan berbagai program pemerintah.

Menurut Menko Bidang Pangan, keberhasilan berbagai kebijakan tersebut memerlukan dukungan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi agar implementasinya semakin efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Teka-teki Pemain Baru Inter Milan: Solet Masih Abu-Abu, Gelandang Liverpool Jadi Incaran Serius
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Bio Farma: Transformasi Indofarma Mulai Tunjukkan Hasil Positif
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prabowo: Kampus Punya Kebebasan Akademis, Biarlah Aktif Geluti Sains-Teknologi
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
BPOM kuatkan pengawasan hadapi ancaman narkoba yang terus berevolusi
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Good News! RI Dapat Tambahan Produksi Minyak 1.200 Barel
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.