Bisnis.com, JAKARTA — PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mencatatkan total dana kelolaan (asset under management/AUM) sebesar Rp124 triliun hingga akhir Maret 2026.
Perseroan mempertahankan posisinya sebagai manajer investasi (MI) terbesar di industri reksa dana dan pengelolaan dana secara eksklusif di Indonesia.
Director & Chief Investment Officer Fixed Income Manulife Aset Manajemen Indonesia Ezra Nazula mengatakan dari total dana kelolaan tersebut, sebanyak Rp63 triliun berasal dari reksa dana, sedangkan Rp61 triliun berasal dari Kontrak Pengelolaan Dana (KPD).
Nilai dana kelolaan KPD tersebut menjadi yang terbesar di industri pengelolaan investasi nasional.
"Hingga akhir kuartal I/2026, MAMI mengelola dana investasi milik lebih dari 2,6 juta investor individu maupun institusi di Indonesia dengan total aset mencapai Rp124 triliun," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (28/6/2026).
Seiring dengan pertumbuhan bisnis, MAMI menegaskan komitmennya untuk menjalankan aspek keberlanjutan melalui program lingkungan. Dalam rangka memperingati World Environment Day 2026 sekaligus menandai 30 tahun kiprahnya di Indonesia, perusahaan melakukan penanaman 1.000 pohon di kawasan GII C Deltamas, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.
Baca Juga
- Dana Kelolaan MAMI Sentuh US$468 Juta
- MAMI Catat AUM Tumbuh
- Manulife (MAMI) Resmi Akuisisi Schroders Indonesia, Sah jadi Raksasa Manajer Investasi
Ezra Nazula mengatakan program bertajuk Investasi untuk Bumi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus masyarakat.
"Sebagai perusahaan yang bertumbuh bersama masyarakat dalam 30 tahun, MAMI tidak hanya berorientasi pada pencapaian bisnis, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya menjaga bumi melalui aksi yang terukur dan berkelanjutan," ujar Ezra.
Program Investasi untuk Bumi telah memasuki tahun keempat pelaksanaan. Sepanjang periode 2022 hingga 2026, MAMI telah menanam lebih dari 3.000 pohon di sejumlah wilayah di Indonesia sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
Menurut Ezra, penanaman pohon memberikan manfaat jangka panjang, mulai dari menyerap karbon, menjaga kualitas udara, mendukung konservasi tanah dan air, hingga menciptakan habitat bagi satwa.
Upaya tersebut dinilai selaras dengan komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan sekaligus memberikan solusi investasi bagi masyarakat Indonesia.
"Melalui program Investasi untuk Bumi, kami berharap dapat berkontribusi terhadap kelestarian bumi untuk generasi masa depan. Penanaman 1.000 pohon ini semoga menjadi tonggak awal bagi penanaman jutaan pohon lainnya di berbagai wilayah nusantara," katanya.
Dalam pelaksanaannya, MAMI menggandeng Trees4Trees, lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan. Kolaborasi tersebut mencakup penentuan lokasi penanaman, pemilihan jenis pohon yang sesuai, hingga pendampingan agar program memberikan manfaat ekologis secara optimal.





