AS-Iran Lanjut Saling Serang di Selat Hormuz, Kapal Panama Dihantam Drone

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran memasuki hari kedua. Eskalasi ini semakin meredupkan prospek gencatan senjata.

AS-Iran Lanjut Saling Serang di Selat Hormuz, Kapal Panama Dihantam Drone. (Foto: Tasnim News)

IDXChannel - Serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran memasuki hari kedua. Eskalasi ini semakin meredupkan prospek gencatan senjata.

Dilansir dari AP pada Minggu (28/6/2026), Komando Pusat Militer AS (Centcom) mengumumkan serangan terhadap sejumlah wilayah Iran di dekat Selat Hormuz pada Sabtu.

Baca Juga:
PBB Tangguhkan Evakuasi Kapal di Selat Hormuz usai Insiden Serangan

 "Iran memiliki kesempatan untuk menghormati perjanjian gencatan senjata tetapi memilih untuk tidak melakukannya," kata Centcom di media sosial.

Menurut Centcom, aksi terbarunya ini merupakan balasan atas serangan Iran terhadap sebuah kapal di dekat Selat Hormuz beberapa jam sebelumnya.

Baca Juga:
Harga Minyak Bangkit 2 Persen, Insiden Kapal di Oman Picu Kekhawatiran Selat Hormuz

"Pasukan mereka meluncurkan serangan drone satu arah yang menghantam M/T Kiku. Kapal tanker berbendera Panama itu sedang melintas di dekat Selat Hormuz dengan membawa lebih dari dua juta barel minyak mentah," kata Centcom.

Televisi pemerintah Iran melaporkan ledakan di utara Selat Hormuz.

Baca Juga:
Saudi Aramco Bersiap Kembali Ekspor Minyak Lewat Selat Hormuz

Eskalasi dimulai ketika Iran menyerang kapal kargo M/V Ever Lovely berbendera Singapura pada Kamis karena dianggap berupaya melintasi Selat Hormuz tanpa berkoordinasi dengan Teheran. Sejak saat itu, Iran dan AS saling bertukar serangan.

Eskalasi ini terjadi sekitar dua pekan setelah Washington dan Teheran mengumumkan nota kesepahaman (MoU) perdamaian antara kedua negara, yang mencakup gencatan senjata selama 60 hari dan pembukaan Selat Hormuz.

Iran bersikukuh kapal-kapal tetap harus berkoordinasi dengan Teheran setelah Selat Hormuz dibuka. Di sisi lain, AS mendorong kapal-kapal untuk melintasi selat itu melalui perairan Oman.

Wakil Presiden AS JD Vance, yang memimpin negosiasi dengan Iran, mengatakan di media sosial pada Jumat bahwa Iran seharusnya melakukan komunikasi jika ada perbedaan pendapat tentang perjanjian gencatan senjata.

"Kekerasan akan dibalas dengan kekerasan," ujarnya. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Skill Digital yang Wajib Dimiliki Mahasiswa 2026 agar Siap Bersaing di Dunia Kerja
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Resmi Berpisah dengan PSM Makassar, Victor Dethan Siap Jadi Andalan Shin Tae-yong di Persija Jakarta
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Mendagri Buka Festival Fulan Fehan 2026, Tampilkan Tari Persahabatan Dua Negara
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Said Iqbal Lantik Sekjen Partai Buruh yang Baru Besok
• 4 menit lalukompas.com
thumb
Kemenkes Usut Dugaan Intimidasi terhadap dr Icha, Tegaskan Tenaga Kesehatan Berhak Dapat Perlindungan
• 2 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.