Sepuluh Universitas Indonesia dan China Perkuat Kerja Sama Akademik melalui Program Internasional dan Beasiswa

pantau.com
10 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Sepuluh universitas dari Indonesia dan China menjalin kerja sama dengan menawarkan berbagai program unggulan dan beasiswa guna menarik lebih banyak mahasiswa internasional serta memperkuat kolaborasi akademik, riset, dan mobilitas mahasiswa maupun dosen antara kedua negara.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing Lestari Puspitaningsih mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah promosi perguruan tinggi sekaligus mempererat hubungan akademik Indonesia dan China.

Lestari mengatakan, "Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana promosi bagi perguruan tinggi Indonesia dan China, tetapi juga memperkuat kerja sama akademik antara kedua negara."

Menurut Lestari, forum tersebut membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa Indonesia dan China untuk memperoleh pengalaman akademik internasional melalui program studi, pertukaran mahasiswa, dan beasiswa.

Perguruan tinggi dari China yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri atas Hebei International Studies University (HISU), Xiamen University, Fujian Polytechnic Normal University (FPNU), Northeast Normal University (NENU), dan Hefei University of Technology (HFUT).

Sementara itu, perguruan tinggi dari Indonesia meliputi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Andalas (UNAND), dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

APPBIPA China Perkuat Kolaborasi Pendidikan

Lestari menjelaskan Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) China telah resmi dibentuk pada 12 Juni 2026 sebagai cabang ketujuh organisasi tersebut.

APPBIPA China menjadi organisasi profesi yang menghimpun pengajar dan pegiat Bahasa Indonesia bagi penutur asing.

Lestari mengatakan, "Kami berusaha merangkul perkumpulan profesi pendidik Bahasa Mandarin di Indonesia serta beberapa universitas Indonesia dan China untuk kegiatan ini mengingat pentingnya memperluas kolaborasi akademik sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral Indonesia dan China melalui pendidikan, penelitian, serta mobilitas mahasiswa dan dosen."

Ketua APPBIPA China Hendy Yuniarto menyatakan minat masyarakat China mempelajari Bahasa Indonesia terus meningkat seiring berkembangnya hubungan ekonomi, pendidikan, dan budaya antara kedua negara.

Wakil Ketua Perkumpulan Profesi Pendidik Bahasa Mandarin Indonesia (PPBMI) Fitriya mengatakan perkembangan pembelajaran Bahasa Mandarin di Indonesia juga terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir yang mencerminkan semakin eratnya hubungan masyarakat Indonesia dan China.

Atase Pendidikan China untuk Indonesia Chen Wu mengatakan, "Peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen akan mendorong lahirnya kolaborasi riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia yang lebih berkualitas."

Kampus Tawarkan Program Unggulan

Dalam forum tersebut, masing-masing perguruan tinggi memperkenalkan program internasional yang dimiliki kepada para peserta.

Perwakilan Xiamen University Surinah menjelaskan universitas tersebut memiliki empat kampus, tiga di China dan satu kampus internasional di Malaysia, dengan keunggulan di bidang riset, inovasi, serta jaringan kerja sama internasional.

Perwakilan Hefei University of Technology (HFUT) Deasy Natalia menyampaikan universitas yang berdiri pada 1945 itu memiliki keunggulan di bidang ilmu teknik dan ilmu manajemen yang didukung riset modern serta kolaborasi dengan dunia industri.

Perwakilan Northeast Normal University (NENU) Cui Yan menjelaskan kampus yang berlokasi di Kota Changchun, Provinsi Jilin, menawarkan biaya hidup dan biaya pendidikan yang relatif terjangkau serta memiliki keunggulan pada bidang pendidikan, pelatihan guru, ilmu sosial, dan humaniora.

Dari Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkenalkan kekuatan akademik di bidang pedagogi dan pendidikan guru, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menampilkan program pengembangan tenaga pendidik dan jaringan kerja sama internasional, Universitas Andalas mempromosikan keunggulan riset serta kekayaan budaya Minangkabau, sedangkan Universitas Ahmad Dahlan mempresentasikan program berbasis teknologi dan inovasi, termasuk outbound mobility dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional yang terbuka bagi mahasiswa asing.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 304 peserta yang terdiri atas mahasiswa, guru, dosen, perwakilan divisi kerja sama internasional perguruan tinggi, dan pemerhati pendidikan tinggi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ANTARIKSA Goes to School Jadi Upaya Mahasiswa UNISA Kampanyekan Anti Judi Online di Sekolah DIY
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Usulan Aturan Outsourcing: BUMN Bentuk Anak Usaha Khusus, Swasta Hanya Boleh 4 Sektor
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo Beberkan Kunci Negara Maju: Berani Akui Kekurangan dan Cari Solusi, Bukan Menutupi Masalah
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Kemhan Pastikan 5 Peserta SPPI yang Meninggal Telah Ditangani Sesuai Prosedur
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Caddy Golf di Tangerang
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.