Di Depan Guru Besar, Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi 250

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto berbicara tentang BUMN yang sudah overhead hingga berdampak pada duit negara. Dia mengatakan pemerintah tengah mengevaluasi hingga menutup BUMN secara besar-besaran dalam rangka efisiensi uang milik rakyat.

Hal itu disampaikan Prabowo di hadapan para guru besar dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Baca juga: Prabowo Hadiri Penutupan Sarasehan KSTI, Terima Daftar Pertanyaan Para Profesor

Prabowo mulanya membacakan salah satu usulan dari daftar pertanyaan yang disampaikan guru besar, yakni mengenai alokasi dana riset perguruan tinggi dari sebagian laba BUMN.

"Tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset ya, inovasi. Ini bagus ya, usul. Masalahnya, BUMN ini ada labanya nggak? Sekarang mulai ada? Terima kasih Danantara, ya, terima kasih. Satu tahun ini sudah mulai ada laba, ya," kata Prabowo.

Prabowo menyebut tak sedikit BUMN yang tidak untung tapi negara tetap menggaji direksi hingga komisarisnya. Dia menegaskan pemerintahannya sedang menertibkan BUMN tersebut.

"Masalahnya kemarin ini BUMN-BUMN ini, ya kita sudah tahulah, ya, sudah lama jadi orang Indonesia saudara sudah mengerti. Ini sedang kita bersihkan, sedang kita tertibkan," ujarnya.

Baca juga: Prabowo di KSTI: Guru Besar adalah Orang Terpintar di Sebuah Negara

Prabowo kemudian menanyakan kepada Kepala BP BUMN Dony Oskaria ihwal efisiensi BUMN yang dapat dilakukan pemerintah. Dia menyebut nantinya BUMN dapat dipangkas hingga sisa 250 perusahaan.

"Dari 1.000 lebih BUMN sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300-lah. Gimana, Pak Dony? Ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250?" tanya Prabowo disambut anggukan oleh Dony.

"Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup. 750 dirut, 750 direksi kali 4 atau kali 5. 750 komisaris, dikali 10. Overhead-nya kayak apa, gajinya kayak apa. Saudara-saudara, ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung hanya bayar overhead," lanjut Prabowo.




(fca/gbr)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pakar Sebut UU Pemilu Sudah Compang-camping karena Putusan MK, Revisi Dinilai Mendesak
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Harga Buyback Emas Antam, UBS & Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini Minggu, 28 Juni 2026
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Doa yang Kehilangan Makna
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Sejarah! Kongo Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Korsel Tersisih
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
MPR RI Gelar LKBB-PB di Bengkulu, Perkuat Nasionalisme Generasi Muda
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.