Prabowo ingin sering bertemu rektor bahas masukan majukan Indonesia

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyatakan ingin lebih sering bertemu dengan para rektor dan profesor untuk memperoleh masukan dalam upaya memajukan kehidupan masyarakat Indonesia.

"Menurut saya, kalau empat kali bertemu para rektor itu bagi saya belum apa-apa. Kalau perlu tiap bulan kita bertemu," kata Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Minggu.

Presiden mengatakan perkembangan teknologi membuat hubungan antarnegara semakin erat sehingga konflik di belahan dunia lain dapat berdampak terhadap Indonesia. Karena itu, pemerintah memerlukan pandangan dari kalangan akademisi dalam merumuskan kebijakan.

Ia menambahkan sebagai Kepala Negara dirinya perlu berdiskusi dengan banyak orang pintar untuk bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan bangsa.

Baca juga: Empat hal penting di taklimat Prabowo kepada rektor dan guru besar

Dalam kesempatan itu, Prabowo menerima sejumlah usulan dari rektor, dosen, peneliti, ilmuwan, dan perwakilan perguruan tinggi.

Usulan tersebut antara lain pemberian beasiswa program doktor bagi dosen di perguruan tinggi negeri maupun swasta, peningkatan alokasi dana badan usaha milik negara (BUMN) untuk riset dan inovasi, serta penguatan kerja sama perguruan tinggi di Indonesia dengan institusi luar negeri.

"Saya segera tindak lanjuti. Karena saya berkeyakinan bahwa kesulitan itu harus dihadapi dan kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan bekerja keras mencari solusi terhadap kesulitan," ujar Presiden.

Baca juga: Di hadapan para rektor, Prabowo tambah dana riset total jadi Rp12 T

Prabowo juga berkelakar bahwa tidak hanya usulan para profesor yang akan diperhatikan, tetapi juga masukan masyarakat, termasuk dari anak desa yang disampaikan melalui media sosial.

Sarasehan Kebangsaan KSTI berlangsung pada 26–28 Juni 2026 dengan mengusung tema "Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia".

Kegiatan tersebut meliputi simposium dan diskusi panel mengenai pertanian, energi, ekonomi dan keuangan, ketahanan pangan, kelautan dan perikanan, hilirisasi, serta industri.

Sarasehan diikuti sekitar 2.600 rektor, dosen, peneliti, ilmuwan, dan perwakilan perguruan tinggi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Baca juga: Prabowo paparkan soal energi dan hilirisasi ke rektor dan guru besar

Baca juga: Prabowo tambah anggaran riset Rp4 triliun untuk perguruan tinggi

Baca juga: Prabowo bahas solusi kekurangan 100 ribu dokter di pertemuan rektor


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Awas, Mobil Rusak Akibat Melanggar Lalu Lintas Tak Ditanggung Asuransi
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Menag: Menikah Bukan Sekadar Menyatukan Dua Insan, tetapi Membangun Peradaban
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Buntut Pengasuh Ponpes Cabuli Santriwati, Kemenag Tutup Ponpes Al Jaelani di Semarang
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Kajian Ergonomi Dadak Merak di Ponorogo Libatkan Akademisi dan Maestro Reog
• 6 jam laluberitajatim.com
thumb
4 Contoh Berbakti kepada Kedua Orang Tua, Terinspirasi Kuat dari Wasiat Rasulullah SAW
• 7 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.