Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk aparat penegak hukum asal Oklahoma, Lance Schroyer, sebagai calon Direktur Immigration and Customs Enforcement (ICE), lembaga yang bertanggung jawab atas penegakan hukum imigrasi.
Penunjukan itu dilakukan di tengah upaya pemerintah mempercepat agenda deportasi massal pada periode kedua kepemimpinannya.
Melalui unggahan di Truth Social yang dikutip Politico, Minggu, 28 Juni 2026, Trump menyebut Schroyer sebagai sosok patriot dengan pengalaman operasional yang mumpuni dan memiliki rekam jejak panjang di bidang penegakan hukum.
Trump mengatakan Schroyer telah hampir 30 tahun berkarier sebagai polisi negara bagian Oklahoma, anggota Korps Marinir AS, serta memimpin kerja sama antara aparat penegak hukum daerah dan ICE melalui program 287(g).
"Dia memiliki kemampuan untuk menahan dan mendeportasi imigran ilegal yang melakukan tindak kriminal," tulis Trump, seraya mendesak Senat segera mengesahkan pencalonan Schroyer.
Pencalonan tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintahan Trump yang kembali menjadikan penegakan hukum imigrasi sebagai salah satu agenda utama.
ICE dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan penggerebekan di tempat kerja dan operasi penegakan hukum di dalam negeri, sekaligus memperluas kerja sama dengan aparat negara bagian dan lokal melalui program 287(g).
Schroyer mendapat dukungan dari Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Markwayne Mullin, yang menyebutnya sebagai sosok berpengalaman dalam memimpin operasi penegakan hukum bersama aparat negara bagian maupun federal di Oklahoma.
Jika dikonfirmasi Senat, Schroyer akan menggantikan David Venturella yang saat ini menjabat sebagai direktur sementara ICE sejak Mei 2026, setelah pensiunnya mantan kepala ICE, Todd Lyons.
Apabila disetujui Senat, Schroyer akan menjadi direktur ICE pertama yang memperoleh konfirmasi Senat sejak Sarah Saldaña pada 2014. Selama 11 tahun terakhir, lembaga tersebut dipimpin oleh pejabat berstatus pelaksana tugas.
Baca juga: Mahkamah Agung AS Izinkan Trump Lanjutkan Deportasi Migran ke Negara Ketiga




