REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Di antara amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar adalah sholat Dhuha. Dalam riwayat yang termuat dalam kitab Washiyatul Mushtafa, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pelaksana sholat Dhuha akan memperoleh panggilan istimewa pada Hari Kiamat untuk memasuki surga melalui pintu Ad-Dhuha.
Dalam kitab Washiyatul Mushtafa, Syekh Abdul Wahhab Asy-Sya’rani meriwayatkan pesan Rasulullah SAW kepada Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu anhu tentang keutamaan sholat Dhuha, yang kelak menjadi salah satu amalan istimewa di hari Kiamat.
Baca Juga
Apresiasi Pekan Olahraga Polri 2026, Erick Thohir: Makin Banyak Event, Makin Baik Buat Bangsa
Menpora: Pekan Olahraga Polri Perkuat Pembinaan Prestasi
Erdogan: Ideologi Zionis Menargetkan Seluruh Turki
Diriwayatkan dalam kitab Washiyatul Mushtafa, Rasulullah SAW berpesan kepada Ali bin Abi Thalib tentang keutamaan Sholat Dhuha.
“Hai Ali, kerjakanlah sholat Dhuha, baik dalam waktu bepergian maupun tidak, sebab pada hari Kiamat nanti ada sebuah seruan yang datang dari atas surga, 'Dimanakah orang-orang yang selalu sholat Dhuha? Masuklah kalian ke dalam surga dari pintu Ad Dhuha dengan selamat dan aman.' Allah tidak mengutus seorang Nabi kecuali beliau diperintahkan mengerjakan sholat Dhuha.”
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu pagi atau waktu Dhuha, yakni ketika matahari sedang naik setinggi tombak atau naik sepenggalah. Jika diukur menggunakan jam, maka waktu sholat Dhuha berada pada pukul 07.00 hingga pukul 11.00.
Sholat Dhuha dikerjakan seperti sholat sunnah. Hanya niatnya berbeda. Untuk sholat Dhuha sebaiknya pada rakaat pertama sesudah membaca Surat Al-Fatihah diteruskan dengan membaca Surat Asy-Syams dan pada rakaat kedua membaca Surat Adh-Dhuha. Sholat Dhuha sedikitnya dikerjakan dua rakaat dan sebanyak-banyaknya 12 rakaat dengan setiap dua rakaat satu salam.
Infografis Niat Haji Jangan Cuma di Hati - (Republika)