Kemendiktisaintek Gandeng Kementan, Riset Kampus Siap Dongkrak Swasembada Pangan

disway.id
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) dan Kementerian Pertanian memperkuat kolaborasi strategis untuk mempercepat hilirisasi hasil riset perguruan tinggi guna mendukung swasembada pangan dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti saintek) Brian Yuliarto mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai sumber inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan di sektor pertanian. 

BACA JUGA:Kalender Juli 2026 Lengkap Tanggal Merah, Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Resmi SKB 3 Menteri

Menurutnya, hasil penelitian kampus harus segera diterapkan di lapangan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kolaborasi tersebut telah menunjukkan hasil positif. Berbagai perguruan tinggi di Indonesia telah menghasilkan inovasi yang dimanfaatkan Kementerian Pertanian, mulai dari benih unggul padi karya IPB, traktor dan alat panjat kelapa dari ITS, benih jagung dari Unhas, pengembangan gambir oleh Universitas Andalas, ubi dari Universitas Lampung, hingga teknologi pengering (dryer) dari ITB.

Menteri Pertanian menilai inovasi kampus mampu menciptakan lompatan produktivitas pertanian. 

Ia mencontohkan varietas padi hasil penelitian IPB yang mampu meningkatkan produktivitas dari rata-rata 5,5 ton per hektare menjadi 9 ton, bahkan mencapai 13,9 ton. 

BACA JUGA:Wamendagri Tinjau PLBN Motaain, Pastikan Layanan Perbatasan Optimal

Di bidang peternakan, riset Universitas Gadjah Mada juga dinilai berhasil menghasilkan sapi dengan bobot hingga satu ton.

“Kalau Indonesia ingin menjadi negara yang kuat, tumpuannya adalah inovasi dan penemuan baru dari kampus. Inilah kekuatan yang harus terus kita dorong,” ujar Andi Amran Sulaiman, di Jakarta,  Sabtu, 27 juni 2026.

Sementara itu, Mendikti Saintek menginformasikan bahwa Kementerian Pertanian telah meminta daftar produk dan teknologi hasil riset perguruan tinggi yang siap dihilirisasikan maupun diproduksi secara massal. 

BACA JUGA:Prabowo: Lebih dari 200 BUMN Ditutup dari 1.077, Akan Sisakan 250 Perusahaan

Tidak hanya itu, sejumlah produk bahkan berpeluang dibeli langsung oleh Kementerian Pertanian untuk mempercepat pemanfaatannya di lapangan.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem riset nasional sekaligus mempercepat lahirnya inovasi yang mendukung swasembada berbagai komoditas strategis, termasuk bawang putih, gandum, serta pengembangan teknologi pertanian modern berbasis precision agriculture.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satgas Mitigasi PHK Resmi Dibentuk, Pemerintah Antisipasi Maraknya Gelombang Pemecatan
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Harga Pangan & Pupuk Melonjak, Negara Ini Terpaksa Ngutang Rp 18 T di Bank Dunia
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Link Live Streaming Moto3 Belanda 2026 Sore Ini: Nonton Aksi Veda Ega Pratama Jam 16.00 WIB
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Industri Audio Visual Cari Celah Baru untuk Dongkrak Pembelian
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Veda Ega Pratama Terancam, Pembalap Indonesia Turun Peringkat di Klasemen Moto3 2026
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.