REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI Natalius Pigai merespons kabar perihal meninggalnya lima orang calon manajer koperasi desa/kelurahan merah putih (KDKMP) dan kampung nelayan merah putih (KNMP) ketika mereka sedang mengikuti kegiatan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia.
Menteri Natalius Pigai mendorong Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI agar mengevaluasi Latsarmil tersebut. Ia mengaku prihatin atas atas jatuhnya korban jiwa dalam kegiatan yang diikuti warga sipil namun bernuansa kemiliteran tersebut.
Baca Juga
Komnas HAM Desak Kematian Lima Peserta Latsarmil Kopdes Diusut
Mendukbangga Minta Kader TPK Pastikan Bantuan Gizi Tepat Sasaran
ANTARIKSA Goes to School Jadi Upaya Mahasiswa UNISA Kampanyekan Anti Judi Online di Sekolah DIY
"Saya juga merasa prihatin dengan kejadian ini dan kami turut berbelasungkawa. Saya sarankan sistem pendidikannya dievaluasi secara menyeluruh," ujar Natalius Pigai kepada Republika pada Ahad (28/6/2026).
Ia memandang, ada tiga aspek yang perlu diperhatikan dalam latsarmil ini, yakni aspek pengetahuan, keterampilan, dan mental. Pigai menegaskan, ihwal penguatan mental tidak mesti melalui pelatihan bergaya militer.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Bagian yang ketiga ini (mental) tidak harus tanamkan sistem militer, tetapi sifatnya yakni disiplin, tanggung jawab, cepat, tepat, jujur," ujar mantan komisioner Komisi Nasional HAM tersebut.
Pigai juga mengingatkan, pelaksanaan latsarmil seyogiaya tak membebankan pelatihan fisik berat kepada seluruh peserta. "Harus menghindari latihan fisik yang berlebihan," ucap dia.
Selain itu, Menteri HAM mendukung pengusutan yang mendalam guna menggali penyebab meninggalnya kelima orang tersebut yang merupakan peserta Latsarmil. Pigai mengaku, pihaknya siap menerjunkan jajarannya untuk memantau proses tersebut.
"Lima peserta yang meninggal itu perlu diselidiki secara profesional untuk penyebabnya. Saya perintahkan staf untuk lakukan pemantauan di lapangan," ujar dia.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)