Alami Kerugian Rp 10 M Usai Ditipu, Tantri Kotak Siap Polisikan Popi Novitasari

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Vokalis band Kotak, Tantri, siap menempuh jalur hukum usai diduga kena tipu investasi temannya sendiri. Setelah sempat menunggu iktikad baik yang tak kunjung datang, Tantri dan puluhan korban lainnya siap menyeret terduga pelaku, Popi Novitasari, ke ranah hukum.

Tantri mengaku tidak bisa diam karena dampak dari penipuan ini sudah sangat meluas.

"Karena korbannya banyak, jadi kami lagi mengatur seperti apa ke depannya. So far memang akan ada langkah ke sana (laporan polisi). Kamk juga lagi diskusi sama kuasa hukum dan lain-lain. Mohon doanya banget," kata Tantri kepada wartawan di Jakarta Selatan.

Keinginan Tantri melapor semakin kuat setelah mendengar nasib salah satu temannya yang juga menjadi korban. Uang yang seharusnya digunakan untuk biaya kemoterapi kanker justru raib dibawa pelaku.

"Pilihannya antara gue meninggal atau gue dipenjara karena gue bertanggung jawab sama investor itu. Itu kata temenku. Jadi kalau secara manusia, aku mencoba memaafkan, tapi tetap harus ada yang dipertanggungjawabkan. Segala yang dia lakukan pasti ada konsekuensi," tegas Tantri.

Di sisi lain, Arda Naff, suami Tantri, mengungkap istrinya mengalami tekanan psikologis yang cukup berat. Tantri sering murung dan merasa bersalah atas kejadian ini.

"Tantri mengalami kerugian secara psikis. Dia murung. Saya bilang, kalau pasangan saling menyalahkan 'ini salahmu, ini salahku', ya berhenti kita, cerai kita. Tapi kita harus tetap jalan. Saya mengizinkan kami marah, tapi jangan sampai marahnya merugikan diri sendiri," ujar Arda.

Arda juga menyoroti terstrukturnya cara pelaku menghilangkan jejak. Mulai dari keluar grup percakapan, menghapus akun media sosial, hingga keluar dari tempat kerjanya.

"Nomor telepon, social media dia sampai ke anak-anaknya juga hilang. Langsung left grup di hari itu juga. Kok bisa dengan terstruktur ngilangin jejak? Kalau mungkin tertidur kan nggak mungkin hapus sosial media semua, nomor left grup semua, bahkan keluar dari kantornya," jelas Arda.

Kini, Tantri dan Arda mengungkap identitas pelaku terang-terangan sebagai sanksi sosial dan peringatan bagi orang lain.

"Namanya Popi Novitasari. Saya harus sebut namanya karena saya pengin minimal namanya tertera di manapun untuk tidak lagi ada korban selanjutnya. Saat ini titik terangnya masih gelap, gelap gulita," tutup Tantri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gegara Jilat Sedotan, Warga Ini Terancam Dipenjara
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Perubahan Pajak Daerah di Jember Jangan Matikan Iklim Investasi
• 23 jam laluberitajatim.com
thumb
Kasus Dokter Bunuh Diri, Polisi Segera Periksa 3 Anggota DPRD Timor Tengah Utara
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Erick Thohir Mengimbau Cabang Olahraga Menjalankan Pelatnas Multiyears demi Membangun Prestasi Indonesia
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Perputaran Ekonomi Puncak HUT DKI di Bundaran HI Capai Rp2 Triliun
• 5 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.