Di Balik Kostum Papua yang Mencuri Perhatian di Bhayangkara Community Fun Run...

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di antara ribuan peserta pada Bhayangkara Community Fun Run, Jakarta, Minggu (28/6/2026), sekelompok pelari dengan rok rumbai, mahkota bulu, dan riasan khas Papua menjadi pusat perhatian.

Tak sedikit peserta yang menoleh, mengabadikan momen dengan telepon genggam, hingga mengajak mereka berfoto bersama.

Hal itu karena penampilan mereka yang berbeda dan nyentrik. Kostum tersebut akhirnya meraih penghargaan "Best Costume" dalam Bhayangkara Community Fun Run.

Baca juga: Kronologi Terbongkarnya Sindikat Kawin Pesanan ke China, Perempuan Indonesia Jadi Korban

Namun, bagi 21 anggota Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri tersebut, kostum Papua bukan sekadar cara untuk tampil mencolok di tengah ribuan pelari.

Ada cerita di balik kostum yang mereka kenakan.

"Kami rapat dulu, terus selama dua hari akhirnya mendapat ide menggunakan kostum Papua," unar anggota Puslitbang Polri, Indra Rahmat Taufik Hidayatullah kepada Kompas.com, Minggu.

Keputusan memilih kostum a la Papua lahir dari keinginan timnya untuk menghadirkan pesan bahwa Indonesia adalah satu kesatuan, dari Sabang hingga Merauke.

Mereka ingin menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan dalam memandang masyarakat Indonesia, termasuk Papua yang kerap lebih sering diberitakan karena persoalan konflik.

"Kenapa menggunakan kostum Papua? Karena kami mencintai masyarakat, bukan pilih-pilih. Dari Sabang sampai Merauke," kata Indra.

Ia menilai, masyarakat Papua sejatinya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Indonesia dan memiliki nilai yang sama dengan daerah lain.

Baca juga: 3 Pria Disekap Tiga Pekan di Jakpus usai Dituding Mencuri, Diminta Tebus Rp 50 Juta

"Mungkin Papua sering terdengar karena konflik-konfliknya saja. Tapi menurut kami sebenarnya semua baik. Masyarakatnya, warga negara Indonesia, semuanya baik," jelas dia.

Keputusan itu kemudian diwujudkan dengan tampil kompak mengenakan kostum Papua sejak garis start hingga garis finish.

Meski harus berlari dengan atribut yang lebih lengkap dibanding peserta lain, Indra mengaku hal tersebut tidak menjadi hambatan.

"Kami melaksanakannya dengan senang, dengan ikhlas. Jadi tidak merasa kesulitan," kata dia.

Bagi mereka, penghargaan Best Costume hanyalah bonus dari kebersamaan yang telah dibangun sebelum perlombaan dimulai.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Lebih dari itu, Indra berharap semangat yang mereka coba tampilkan lewat kostum Papua juga menjadi pengingat bagi anggota Polri untuk terus hadir melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

"Harapan kami di Hari Bhayangkara ini, semua anggota Polri dapat melaksanakan tugas dengan ikhlas, dipercaya masyarakat, menyatu dengan masyarakat, sehingga masyarakat merasa nyaman dan aman," ucap Indra.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] Bung Harpa Baca Peluang Tim-Tim Unggulan dan Wakil Asia di 32 Besar Piala Dunia 2026
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Trump Tebar Ancaman ke Iran: Iran akan Musnah Jika Kami Eskalasi Serangan
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Cara Meredam Kepala yang Berisik Ditengah Malam
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Ciputra (CTRA) Bidik Marketing Sales Rp9,5 Triliun pada 2026
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Ekonomi Kreatif Dinilai Mampu Pulihkan Lingkungan dan Budaya, Ini Penjelasan Wamen Ekraf
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.