Pengacara: Korban Penyekapan di Percetakan Senen Sempat Tak Diberi Makan 3 Hari

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Kuasa hukum korban dugaan penyekapan di percetakan Mau Print, kawasan Senen, Jakarta Pusat, Fetrus, mengungkap kliennya sempat tidak diberi makan dan minum selama tiga hari saat disekap. Terdapat tiga korban dalam kasus ini yakni Aditya Saputra (20) dan Muhamad Rafli Jaelani (20) dan Tegar Saputra (25).

Ketiga korban disekap selama 21 hari dan mengalami penganiayaan. Mereka baru dibebaskan setelah polisi mendatangi lokasi penyekapan.

Menurut Fetrus, ketiga korban bertahan hidup dengan meminum air keran yang tersedia di lokasi penyekapan. Mereka disebut disekap selama 21 hari di gudang percetakan itu.

"21 hari dan tiga hari itu tidak diberi makan mereka, tidak diberi minum. Minum di air keran," kata Fetrus kepada kumparan, Minggu (28/6).

Fetrus mengatakan, salah satu korban, Aditya Saputra (20), mengalami kondisi berat. Aditya disebut dirantai sendirian menggunakan rantai sepanjang sekitar 40 sentimeter sehingga ruang geraknya sangat terbatas.

"Si Adit sendiri, lebih kejam, dia dirantai kurang lebih 40 sentian panjang rantainya," kata Fetrus.

"Susah mau kencing, mau berak, mau mandi itu susah dia. Mau salat pun dia harus tidak ganti baju di kondisi salat seperti itu juga dia," lanjutnya.

Selain penyekapan, Fetrus menyebut ketiga korban juga mengalami kekerasan fisik. Aditya dan Rafli ditampar oleh dua orang pelaku hingga telinga mereka berdengung dan terasa nyeri.

Sementara itu, korban Tegar (25) disebut mengalami penganiayaan paling parah. Menurut Fetrus, Tegar dipukul menggunakan besi dan tangan oleh beberapa orang hingga mengalami pendarahan.

"Tegar itu dipukulin pakai besi, habisnya dipukulin pakai tangan beberapa orang, jadi dia sampai pendarahan. Bibirnya itu pecah ya pecah kiri-kanan, habisnya hidungnya mengeluarkan darah. Itu terus-menerus mengeluarkan darah," tegasnya.

Kini, kata Fetrus, kondisi fisik para korban mulai membaik setelah menjalani visum dan mendapatkan obat serta vitamin. Namun, trauma psikologis masih membekas.

"Secara fisik mulai membaik walaupun telinga mereka masih nyeri. Tapi secara psikologis masih terganggu. Mereka ada ketakutan, mau ketemu siapa pun takut mereka. Jadi mereka lebih dekat dengan para pengacara," ujar Fetrus.

Dua Orang Ditangkap

Ketiga korban tersebut dibebaskan pada Jumat (26/6) usai polisi mendatangi percetakaan tersebut. Dua orang terduga pelaku diamankan polisi, yakni Arief Iswahyudi dan Sabarudin.

Polisi menerangkan Arief diduga berperan menginterogasi korban, ikut menampar, mengawasi, serta menemui keluarga korban untuk mediasi. Sementara Sabarudin diduga menginterogasi korban, menampar satu kali, dan menjaga para korban selama penyekapan.

Kedua terduga pelaku itu telah dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun polisi belum mengungkap status hukum keduanya.

Berawal dari Dugaan Pencurian

Polisi menerangkan dari hasil pemeriksaan awal, penyekapan diduga bermula saat Tegar ketahuan melakukan pencurian pelat. Setelah diinterogasi, Tegar disebut mengaku melakukan pencurian bersama Rafli dan Adit.

Namun alih-alih melaporkan dugaan pencurian itu ke polisi, ketiganya justru diduga disekap secara paksa selama tiga minggu.

Selain penyekapan, keluarga korban juga diduga diperas. Para pelaku meminta uang tebusan sebesar Rp 50 juta per orang dengan janji para korban akan dibebaskan. Namun setelah diberikan, korban tetap tidak dibebaskan.

"Piket reskrim melakukan pengecekan TKP, dan saat berada di TKP benar korban bernama Tegar Saputra dan Muhamad Rafli Jaelani terlihat diborgol bagian kakinya sambil diikat tali baja juga korban bernama Adit Saputra diborgol bagian kaki dan diikat menggunakan rantai besi,” ujar Kapolsek Senen Kompol Widodo Saputro, Minggu (28/6).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemhan Ungkap Hasil Awal Rontgen Peserta Latsarmil Tak Temukan TBC, Peserta Awalnya Diduga Alami Pneumonia
• 13 jam laludisway.id
thumb
Ada Tukang Parkir Liar di Kebun Teh Rancabali Bandung, Polisi Cari Pelaku
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Pekerjaan Bergaji Tinggi yang Cocok untuk Orang Introvert
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Komisi III DPR: Tidak Ada Kriminalisasi dalam Kasus Chromebook!
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Prediksi Kongo Vs Uzbekistan: Duel Hidup Mati di Grup K Piala Dunia 2026
• 16 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.