5 SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Golkar: Keselamatan Peserta Harus Jadi Prioritas!

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dalam rangka pelatihan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). 

Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan program, baik dari aspek keselamatan peserta maupun efektivitas kurikulum dalam menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola koperasi secara profesional.

Baca Juga :
Dewan Etik Golkar Jatuhkan Sanksi ke 3 Kader, Penyebabnya Unggahan Mereka di Medsos
Pemerintah Belum Temukan Indikasi Kelalaian Buntut 3 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil

Nurdin Halid menegaskan bahwa SPPI memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM unggul sebagai penggerak Koperasi Desa Merah Putih yang akan menjadi motor penguatan ekonomi desa. 

Karena itu, pelaksanaan program harus mengedepankan standar keselamatan peserta tanpa mengurangi kualitas pembentukan kompetensi yang dibutuhkan untuk mengelola koperasi secara profesional dan berkelanjutan.

Calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) saat latihan dasar kemiliteran
Photo :
  • ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga para peserta yang meninggal dunia. Pemerintah perlu melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap seluruh rangkaian pelatihan, mulai dari proses seleksi kesehatan, pengawasan kondisi fisik peserta selama pendidikan, hingga kesiapan sistem penanganan medis. Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pengembangan sumber daya manusia," ujar Nurdin Halid dalam keterangannya, Minggu, 27 Juni 2026.

Selain aspek keselamatan, Nurdin menilai penyempurnaan kurikulum pelatihan juga perlu terus dilakukan agar lulusan SPPI benar-benar siap mengelola Koperasi Desa Merah Putih secara profesional. 

Menurutnya, materi pelatihan perlu memperkuat kompetensi teknis dan manajerial yang dibutuhkan dalam operasional koperasi modern, mulai dari kemampuan stock opname dan pengelolaan persediaan barang, visual merchandising untuk meningkatkan daya tarik produk, strategi marketing dan sales yang adaptif terhadap kebutuhan pasar, hingga penguasaan accounting, audit, serta tata kelola keuangan yang akuntabel. 

Dengan bekal tersebut, para penggerak koperasi diharapkan mampu membangun koperasi desa yang sehat, efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Nurdin Halid berharap evaluasi yang dilakukan pemerintah menghasilkan penyempurnaan tata kelola SPPI secara menyeluruh sehingga kualitas pelatihan semakin baik tanpa mengurangi standar keselamatan peserta. 

Menurutnya, keberhasilan Program Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi pemerintah, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan untuk memastikan koperasi mampu tumbuh secara sehat, akuntabel, dan berkelanjutan. 

Baca Juga :
3 Peserta SPPI Kopdes Merah Putih Meninggal, Istana Dorong Latsarmil Dievaluasi
DPR Tak Masalah Latsarmil Dilanjutkan Meski 3 Peserta SPPI Meninggal Dunia: Standar Keselamatan Harus Ketat!
3 Peserta SPPI Meninggal Dunia, Komisi I DPR Minta Latsarmil Dievaluasi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Veda Ega Gagal Finis di Moto3 Belanda 2026, Sempat Tembus Posisi Dua Sebelum Terjatuh
• 3 jam lalueranasional.com
thumb
Pramono Siapkan Wajah Baru Kawasan Taman Semanggi Jadi Hadiah 5 Abad DKI
• 21 jam laludetik.com
thumb
Jemaah Haji Cianjur Kembali ke Tanah Air dengan Selamat
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Update Terbaru! Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 1.400 Jiwa
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Konsolidasi Nasional Konferensi Republik Gagas Perbaikan Indonesia
• 2 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.