Motif Penyekapan 3 Karyawan Percetakan di Senen, Kaki Diikat Tali Baja dan Besi Rantai

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Polisi ungkap motif penyekapan 3 karyawan percetakan di Senen, Jakarta Pusat. Tiga orang pemuda disekap dengan kaki diikat tali baja dan besi rantai.

Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan tiga orang pria disekap dan dipasung di sebuah ruangan. Kasus ini terungkap setelah polisi menggerebek tempat tersebut usai mendapat laporan.

Peristiwa ini diketahui terjadi di sebuah tempat percetakan yang terletak di Jalan Kalibaru, Bungur, Senen, Jakarta Pusat. Ketiga korban, yakni Tegar Saputra (25), Muhammad Rafli Jaelani (20) dan Adit Saputra (19), telah dipasung di tempat tersebut selama 3 minggu lamanya.

Kapolsek Senen, Kompol Widodo Saputro pun mengungkap motif penyekapan 3 karyawan percetakan tersebut. Ketiga korban disekap usai ketahuan mencuri di percetakan tersebut.

"Setelah diketahui korban bernama Tegar diduga melakukan pencurian pelat di percetakan milik saudara Martin selanjutnya ketiga korban disekap sampai kaki diborgol dan diikat selama tiga minggu," kata Widodo, dikutip dari Tribunnews.com.

Awalnya, pihak kepolisian mendapatkan laporan terkait dugaan penyekapan ini pada Jumat (26/6/2026). Kemudian saat dicek di lokasi, ditemukan tiga orang pemuda dengan kaki diikat baja dan rantai besi.

"Saat berada di TKP benar korban bernama Tegar Saputra dan Muhamad Rafli Jaelani terlihat diborgol bagian kakinya sambil diikat tali baja juga korban bernama Adit Saputra diborgol bagian kaki dan diilat menggunakan rantai besi," jelasnya.

Tegar sendiri mengaku dirinya mencuri barang milik perusahaan dengan dibantu oleh dua rekannya tersebut. Karena ketahuan, akhirnya mereka mendapat hukuman disekap dan dipasung selama 3 minggu.

Tak hanya itu, keluarga korban juga dimintai uang sebesar Rp 50 juta per orang. Kemudian setelah uang tersebut diberikan, pelaku menjanjikan akan melepas korban.

"Mengingat dianggap kerugian pencurian besar sehingga minta uang terhadap keluarga, meminta perorang Rp 50 juta dengan perjanjian setelah uang diberikan ke perusahaan maka anaknya akan dilepas," ucapnya.

Namun setelah salah satu keluarga membayar dengan nominal yang diminta, korban justru tak kunjung dilepas. Korban bahkan masih diikat menggunakan tali baja di tempat tersebut.

 

"Salah satu orang tua korban sudah memberikan uang Rp50 juta namun korban tetap tidak dilepas melainkan masih disekap posisi kaki diborgol dan diikat tali baja," ungkapnya.

Sementara itu, dua orang terduga pelaku, yakni Arief Iswahyudi dan Sabarudin, telah diamankan polisi. Kedua pelaku penyekapan 3 karyawan percetakan tersebut dibawa ke Polres Jakarta Pusat untuk diperiksa.

"Selanjutnya korban dan diduga pelaku dibawa ke Polres Jakarta Pusat guna pengusutan selanjutnya," jelasnya.

Viral di Media Sosial

Video yang memperlihatkan penyekapan tiga karyawan percetakan ini viral di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Instagram @depokfeed, tampak beberapa petugas dari LBH menyambangi lokasi penyekapan tersebut dan melakukan penggerebekan.

Lokasi penyekapan tersebut tampak ramai dengan karyawan lainnya yang berlalu lalang. Mereka juga terlihat bekerja seperti biasa saat penggerebekan terjadi.

Di lokasi penyekapan, awalnya hanya terlihat satu orang pria yang duduk di lantai dengan kaki diikat besi rantai. Seorang petugas pun menanyakan beberapa hal kepada korban.

"Lihat ini, perlakuannya ya. Ini digembok," ujar salah seorang petugas.

"Kamu berapa orang, selain dia siapa lagi?" tanya petugas.

Korban, Adit Saputra yang mengenakan kaus warna hitam dan celana warna hitam itu lantas mengaku telah 3 minggu dipasung di tempat itu. Ia juga mengaku dipukuli oleh pelaku.

 

"Sudah 3 mingguan," jawab korban.

Saat ditanya oleh petugas terkait motif penyekapan 3 karyawan percetakan di Senen tersebut, korban mengaku dirinya ketahuan mencuri. Korban mengaku telah mencuri pelat milik perusahaan.

Sementara itu, dua orang lainnya disekap di ruangan yang berbeda, yakni di lantai atas. Senasib dengan Adit, Tegar dan Rafli juga dipasung dengan kaki diikat.

Selama dipasung, mereka hanya diberi makan dua kali sehari. Saat akan ke toilet, korban mengaku diantar oleh mandor.

Diketahui bahwa salah satu dari pemuda tersebut, yakni Tegar mengakui dirinya mencuri barang di percetakan. Sementara dua orang temannya hanya berperan sebagai kurir yang membantunya dengan bayaran Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu untuk mengantarkan barang.

Namun ketiganya tetap diminta mengganti uang Rp 50 juta kepada perusahaan. Bahkan salah satu pemuda mengaku BPKB dan sepeda motornya telah disita.

Orangtua dari Adit Saputra telah membayar sebesar Rp 50 juta kepada perusahaan, namun anaknya tak juga dibebaskan sesuai kesepakatan. Ia pun akhirnya melaporkan kasus ini ke LBH Forum Pemuda Kalimantan Barat.

Beberapa petugas LBH Forum Pemuda Kalimantan Barat kemudian langsung mendatangi lokasi kejadian. Video penyekapan 3 karyawan percetakan di Senen, Jakarta Pusat, itupun viral di media sosial. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serbuan Mobil China di Pasar ASEAN, Angka Ekspor Cetak Rekor
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Listyo: Kapolri Cup Jadi Ajang Pembinaan Atlet
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Injak Kepala Kerbau, Jokowi Disindir Penuh Dendam
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
TOD Dukuh Atas Mulai Dibangun, Bakal Layani 6 Moda Transportasi Sekaligus
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Dishub Cabut Pentil Mobil-mobil Parkir Liar di Jl Minangkabau Jaksel
• 20 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.