Warga Gowa Keluhkan Pupuk hingga Jalan Desa, Andi Tenri Indah Janji Kawal Aspirasi Lewat DPRD Sulsel

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, GOWA — Sejumlah persoalan warga mulai dari kebutuhan pupuk petani, kondisi infrastruktur jalan, hingga akses pelayanan kesehatan menjadi perhatian dalam kegiatan Sosialisasi Pengawasan Penyelenggaraan Anggaran Pemerintah Tahun 2026 yang digelar Ketua Komisi E DPRD Sulawesi Selatan, Andi Tenri Indah, di Desa Panakukang, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sabtu, 27 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi. Ratusan warga hadir dalam forum tersebut yang turut didampingi Sekretaris DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan, Darmawangsyah Muin.

Andi Tenri Indah mengatakan, aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan fungsi pengawasan DPRD, khususnya dalam memastikan program pemerintah dan penggunaan APBD 2026 benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

Menurutnya, pengawasan terhadap anggaran tidak hanya menjadi kewajiban lembaga legislatif, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat agar program yang berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Masyarakat juga harus mengetahui ke mana anggaran dialokasikan. Pengawasan bukan hanya tugas DPRD, tetapi masyarakat juga memiliki peran untuk ikut mengawasi agar anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan, Komisi E DPRD Sulsel yang membidangi pendidikan, kesehatan, kesejahteraan rakyat, pemuda, dan olahraga akan terus mengawal peningkatan pelayanan publik melalui pengawasan terhadap program pemerintah provinsi.

Ia menyebut sejumlah sektor yang menjadi perhatian di antaranya peningkatan kualitas pendidikan, pemenuhan sarana prasarana sekolah, serta pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas.

“Saya datang untuk menyampaikan program-program pemerintah provinsi yang menjadi fokus pengawasan kami. Mulai dari kualitas pendidikan, sarana dan prasarana sekolah, hingga pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas. Kami juga akan turun langsung melihat kondisi di lapangan agar persoalan yang ada bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.

Dalam sesi dialog, warga Dusun Panakukang, Tasrif Daeng Tojeng, menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dirasakan masyarakat. Ia mempertanyakan peluang mendapatkan bantuan pupuk bagi petani serta meminta perhatian terhadap kondisi jalan desa yang dinilai belum tersentuh pembangunan memadai.

“Saya ingin bertanya, apakah petani bisa mendapatkan bantuan pupuk gratis? Selain itu, jalan di kampung kami sudah puluhan tahun belum mendapatkan perbaikan yang memadai,” ujar Tasrif.

Menjawab aspirasi tersebut, Andi Tenri Indah meminta kelompok tani menyiapkan proposal agar kebutuhan pupuk maupun bibit pertanian dapat disampaikan melalui jalur resmi kepada pemerintah daerah.

“Silakan kelompok tani menyusun proposal. Kami akan memfasilitasi dan meneruskannya ke Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pertanian agar dapat diproses sesuai mekanisme yang berlaku,” jelasnya.

Terkait infrastruktur jalan, ia menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam percepatan pembangunan. Meski begitu, pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Gowa agar kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan.

“Kami akan terus mengawal dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pembangunan jalan dapat direalisasikan sesuai kemampuan anggaran yang tersedia,” katanya.

Selain sektor pertanian dan infrastruktur, warga juga menyampaikan persoalan terkait pendataan masyarakat miskin, kepesertaan Kartu Indonesia Sehat (KIS), hingga akses layanan kesehatan dalam kondisi darurat.

Andi Tenri Indah mengingatkan masyarakat agar aktif memberikan data yang sesuai saat proses pendataan pemerintah berlangsung. Menurutnya, validitas data sangat menentukan ketepatan sasaran berbagai program bantuan maupun pelayanan publik.

“Ketika petugas datang melakukan pendataan, berikan informasi yang sebenarnya. Jangan menghindari petugas karena data yang akurat akan menentukan berbagai program bantuan pemerintah, termasuk persoalan KIS yang sering kali menjadi tidak aktif akibat data yang tidak diperbarui,” ujarnya.

Sementara itu, Darmawangsyah Muin mengapresiasi antusiasme warga Pallangga dalam menyampaikan aspirasi. Ia mengatakan kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat penting untuk memastikan berbagai persoalan dapat diperjuangkan melalui jalur pemerintahan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Pallangga. Dukungan yang diberikan kepada Ibu Andi Tenri Indah pada pemilu lalu sangat luar biasa, sehingga kami merasa memiliki tanggung jawab untuk terus hadir mendengarkan aspirasi masyarakat,” katanya.

Wakil Bupati Gowa itu menambahkan, masyarakat diharapkan tidak ragu menyampaikan persoalan yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, maupun kesejahteraan sosial agar dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam meningkatkan pelayanan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Panakukang Saifuddin Daeng Nompo, unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas, mantan kepala desa, Tim Barisan Relawan Prabowo Nusantara (BRPN), serta tokoh masyarakat setempat. (an)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ritual kebo-keboan, tradisi syukur suku Osing atas hasil panen
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Kongo Ukir Sejarah, Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
• 9 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Prabowo Sebut Ada 5 Juta Agent AI Sudah Punya Bahasa Sendiri
• 11 jam laludisway.id
thumb
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, KPK Sebut Ada Aliran Uang ke Level Atas
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Menko Yusril: Politik Hari ini Butuh Pemikiran Natsir
• 13 menit laluliputan6.com
Berhasil disimpan.