Terungkap! Alasan Lionel Messi Rela Dicadangkan Saat Argentina Hadapi Yordania

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Keputusan Lionel Scaloni mencadangkan Lionel Messi saat Argentina menghadapi Yordania di laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026 sempat memunculkan banyak tanda tanya. Namun, pelatih La Albiceleste akhirnya buka suara.

Scaloni menegaskan keputusan tersebut bukan karena kondisi fisik Messi menurun ataupun bentuk meremehkan Yordania.

Baca Juga :
Lawan Inggris di 32 Besar Piala Dunia 2026 Bukan Tim Sembarangan, Tuchel Diminta Waspada
Rekor Mengerikan Harry Kane

Justru sebaliknya, sang megabintang sendiri yang meminta untuk memulai pertandingan dari bangku cadangan.

Menurut Scaloni, Messi ingin memberikan kesempatan kepada rekan-rekannya untuk tampil sejak menit pertama sekaligus menjaga kebersamaan di dalam skuad Argentina.

"Hari ini dia bisa saja bermain selama 90 menit. Tanpa bermaksud tidak menghormati lawan, dia bahkan bisa semakin mengukuhkan status legendarisnya," ujar Scaloni seperti dikutip dari TyC Sports.

"Namun, dia lebih memilih memberi kesempatan bermain kepada rekan-rekan setimnya dan fokus pada apa yang akan datang," lanjut pelatih berusia 48 tahun tersebut.

Keputusan itu terbukti tidak mengganggu performa Argentina.

La Albiceleste tetap tampil dominan dan menutup fase grup dengan kemenangan 3-1 atas Yordania, sekaligus memastikan diri lolos ke babak 32 besar sebagai juara Grup J dengan poin sempurna.

Scaloni juga mengungkapkan bahwa Messi sama sekali tidak terobsesi mengejar rekor pribadi.

Menurutnya, kapten Argentina itu kini lebih mengutamakan kepentingan tim dibanding menambah koleksi gol, jumlah penampilan, maupun catatan individu lainnya.

"Itu menunjukkan banyak hal tentang dirinya. Dia tidak terpaku pada angka-angka yang dibicarakan semua orang, baik itu rekor gol maupun jumlah pertandingan," kata Scaloni.

"Bagi Messi, tim nasional, kelompok, dan rekan-rekan setimnya adalah yang paling penting. Setelah itu, saya rasa tidak ada lagi kata-kata yang bisa menggambarkannya," sambungnya.

Sikap Messi kembali menunjukkan sisi kepemimpinannya di dalam skuad Argentina. Meski masih menjadi ikon sekaligus andalan utama La Albiceleste, pemain berusia 39 tahun itu rela mengesampingkan kepentingan pribadi demi menjaga kekompakan tim.

Kini, fokus Messi dan Argentina beralih ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Sang juara bertahan akan menghadapi kejutan turnamen, Cape Verde, dalam laga hidup-mati demi mengamankan tiket ke babak 16 besar.

Baca Juga :
Sudah di Ambang 32 Besar, Iran Tersingkir Secara Tragis karena Gol Menit 90+6 Austria
Pernyataan Berkelas Lionel Scaloni Usai Argentina Jumpa Cape Verde di 32 Besar Piala Dunia 2026
Lewati Pele hingga Ronaldo Nazario, Lionel Messi jadi Pemain Pertama yang Cetak Gol di 7 Laga Piala Dunia Beruntun

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lintas 98 Sumut: Kepemimpinan Presiden Prabowo Dinilai Mulai Mengarahkan Demokrasi Menuju Pemerataan Kesejahteraan
• 19 jam lalucumicumi.com
thumb
Respons Sekjen PSI Usai Jokowi Beri Sinyal Keanggotaan
• 5 jam laludetik.com
thumb
Menakar Tren Saham Tidur di Lantai Bursa
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Desakan Evaluasi Total Latsarmil Calon Manajer Kopdes: Antara Kedisiplinan dan Keselamatan Nyawa
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Terekam CCTV! Aksi 2 Pencuri Gasak Motor Mahasiswa di Parkiran Indekos Bengkulu | BORGOL
• 4 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.