JAKARTA, DISWAY.ID - Sebelum meninggal, dokter Icha sempat melakukan konsultasi dengan ahli toksinologi Indonesia.
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh ahli tersebut, yakni dokter Tri Maharani.
Melansir dari laman Universitas Airlangga, di dunia ini hanya ada 53 dokter dengan subspesialis toksinologi yang mampu menangani kasus bisa ular atau gigitan hewan berbahaya lainnya.
Nama dokter Tri Maharani pun termasuk satu di antaranya, bahkan menjadi satu-satunya pakar dari Indonesia yang mendalami bidang tersebut.
Melalui tulisan yang diunggah ke media sosial Instagram pribadinya @maharani234, dokter asal Kediri itu mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya dokter Icha.
BACA JUGA:Sosok Dokter Icha Pakaenoni yang Diduga Meninggal usai Kena Intimidasi Anggota DPRD
Sebelum meninggal, dokter Icha sempat melakukan konsultasi dengan ahli toksinologi Indonesia, yakni dokter Tri Maharani.-@maharani234-Instagram
Dokter Maharani juga menyebutkan bahwa perempuan asal NTT ini sudah melaksanakan tugasnya dengan baik dalam kasus gigitan ular tersebut, bahkan sudah melakukan konsultasi dengan dirinya.
"Rip dr icha anda sudah me jalankan tugas dengan baik kasus gigitan ular itu sudah dikonsulkan pada saya dan tidak membutuhkan antibisa karena fase lokal," tulisnya yang dikutip pada 28 Juni 2026.
Maharani juga menekankan untuk tidak ada lagi ancaman bagi para dokter yang sudah menjalankan tugas dan pengabdian terhadap nyawa manusia.
"Mohon jangan lagi ada yang mengancam kami para dokter yang sudah melakukan pekerjaan pengabdian terhadap nyawa manusia ini...selamat jalan dok," tambahnya.
Sosok Dokter Icha Pakaenoni
Sosok Dokter Icha Pakaenoni yang Diduga Meninggal usai Kena Intimidasi.-@KemenkesRI-X (Twitter)
Dokter muda ini memiliki nama lengkap Eliza Princila Utami Pakaenoni.
Perempuan yang kerap disapa dokter Icha tersebut lahir 21 Juli 1998.
Ia merupakan dokter jaga yang bertugas di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.
- 1
- 2
- »





