Jakarta, tvOnenews.com - Hasil buruk dialami oleh tim Asia dengan tujuh dari sembilan wakil Asia tersingkir dari Piala Dunia 2026. Bak bumi dan langit, nasib berbeda jauh dialami oleh perwakilan Afrika.
Sebanyak sembilan dari 10 tim Afrika berhasil lolos ke babak knock out Piala Dunia 2026, baik berstatus juara, runner up maupun peringkat ketiga terbaik grup.
Keberhasilan negara Afrika ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah. Dengan hanya Tunisia yang gagal melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Sementara itu, Aljazair, Tanjung Verde, Republik Demokratik Kongo, Mesir, Ghana, Pantai Gading, Maroko, Senegal, dan Afrika Selatan sukses mengamankan tiket ke babak 32 besar.
Pencapaian tersebut memecahkan rekor sebelumnya dengan hanya dua tim yang ke fase knock out dengan terjadi pada edisi 2014 dan 2022.
Keberhasilan sembilan tim lolos sekaligus menunjukkan peningkatan signifikan kekuatan sepak bola Afrika.
Tak hanya negara-negara besar seperti Maroko, Senegal, atau Mesir, kejutan juga datang dari Tanjung Verde dan Republik Demokratik Kongo yang sukses mencatat sejarah baru.
Dilansir dari laman Graphic, Maroko, yang empat tahun lalu menjadi negara Afrika pertama yang menembus semifinal Piala Dunia di Qatar, kembali menunjukkan kualitasnya.
Singa Atlas bahkan berhasil menahan imbang Brasil 1-1 di fase grup dan kini kembali menjadi salah satu kandidat kuda hitam di babak gugur. Maroko juga akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Spanyol dan Portugal.
Republik Demokratik Kongo menjadi salah satu cerita paling emosional di turnamen ini. Kemenangan 3-1 atas Uzbekistan memastikan mereka lolos ke babak 32 besar untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.
Penyerang Kongo, Fiston Mayele, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya usai membawa negaranya menciptakan sejarah.
"Ini benar-benar bersejarah bagi negara kami, Kongo. Ini adalah kemenangan pertama dan pertama kalinya kami lolos ke babak gugur. Hari ini saya sangat bangga, dan hampir di seluruh negeri semua orang bahagia dengan apa yang kami lakukan. Kami bangga menjadi orang Kongo dan saya rasa kami akan terus melangkah," ujar Mayele dikutip Minggu (28/6/2026).




