WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam Iran setelah kedua negara saling serang. Trump mengancam Iran tak akan lagi eksis jika menyerang Selat Hormuz.
Insiden itu terjadi di tengah gencatan senjata AS-Iran selama 60 hari untuk menyelesaikan negosiasi untuk menghentikan perang.
Baca Juga: Iran Ancam Hentikan Negosiasi Kesepakatan Damai dengan AS Usai Serang Bahrain dan Kuwait
AS-Iran kembali berkonflik setelah Iran menyerang kapal komersial yang melewati Selat Hormuz, Kamis (25/6/2026).
Iran menjustifikasi penyerangan tersebut karena kapal berbendera Panama itu, M/T Kiku telah melewati wilayah yang tak diizinkan di Selat Hormuz.
AS kemudian melakukan serangan ke Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan ke Bahrain.
Komando Pusat AS Centcom, pada Minggu (28/6) pagi, mengungkapkan jet tempurnya telah menyerang 10 target militer Iran di dan dalam Selat Hormuz.
Iran kemudian membalasnya dengan melakukan serangan ke Bahrain dan Kuwait, dua negara teluk yang memiliki pangkalan AS.
“Pesawat Amerika Serikat telah menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone, serta lokasi radar pantai Iran, karen kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata,” tulis Trump di media sosial Truth dikutip dari CNBC.
“Mungkin akan tiba saatnya kita tidak lagi mampu bersikap rasional, dan terpaksa menyelesaikan secara militer pekerjaan yang telah kita mulai dengan sangat sukses. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!” tambahnya.
Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada
Sumber : CNBC
- donald trump
- iran
- gencatan senjata
- as-iran
- saling serang
- iran tak akan lagi eksis





