REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Harga komoditas global pada pekan depan diperkirakan akan terus bergerak fluktuatif. Harga emas dunia atau logam mulia diprediksi diperdagangkan di kisaran Rp 2,53—Rp 2,75 juta per gram, sedangkan harga minyak mentah turun terbatas di sekitar 65,50—75,10 dolar AS per barel.
Tercatat pada penutupan perdagangan Sabtu (27/6/2026), harga emas dunia berada di level 4.077 dolar AS per troy ons, sedangkan harga logam mulia ditutup di angka Rp 2,66 juta per gram.
Baca Juga
Mengulas Sejarah Masjid Qiblatain, Tempat Berpindahnya Arah Kiblat Umat Islam
Syaharani Hidupkan Nuansa Broadway di Gedebage Jazz Festival International 2026
Iran Hantam Delapan Pangkalan AS di Teluk
Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi, jika mengalami koreksi, level support pertama harga emas yakni 3.959 dolar AS per troy ons dan harga logam mulia sebesar Rp 2,64 juta per gram. Jika melanjutkan koreksi, level support kedua harga emas dunia yakni di angka 3.786 dolar AS per troy ons dan harga logam mulia sebesar Rp 2,53 juta per gram.
Sementara itu, jika harga mengalami penguatan, level resisten pertama harga emas yakni sebesar 4.175 dolar AS per troy ons dan harga logam mulianya di Rp 2,68 juta per gram. Adapun level resisten kedua yakni harga emas di angka 4.344 dolar AS per troy ons dan harga logam mulia sebesar Rp 2,75 juta per gram.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Jadi, untuk harga emas dunia dalam sepekan ke depan kemungkinan besar diperdagangkan di level support 3.786 dolar AS per troy ons, kemudian tertinggi atau resistennya di 4.344 dolar AS per troy ons. Kemudian untuk logam mulianya kemungkinan besar dalam sepekan range-nya Rp 2,53 juta per gram sampai Rp 2,75 juta per gram,” jelas Ibrahim dalam keterangannya, Ahad (28/6/2026).