Padangsidimpuan: Jenazah Novia Rahmadhani Sihotang, peserta Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil), program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), tiba di rumah keluarga, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Wek V, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sumatra Utara (Sumut). Jenazah Novia tiba dengan menggunakan mobil ambulans.
Dikutip dari program Primetime News Metro TV, Minggu, 28 Juni 2026, kedatangan jenazah langsung disambut isak tangis keluarga serta kerabat yang telah menunggu di rumah duka. Pihak keluarga mengenang Novia tidak pernah mengeluhkan kondisi kesehatannya sebelum mengikuti pelatihan
Novia (25) dipersiapkan sebagai calon manajer Koperasi Desa Merah Putih. Ia dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti pelatihan di Pusat Bahasa Kodiklat TNI Angkatan Udara Jakarta, Selasa 23 Juni 2026.
Total ada lima peserta yang meninggal dunia. Selain Novia, mereka adalah Yonanda Muhammad Taufiq (Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja), Anisa Muyassaroh (Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan), Muhammad Rifki Renaldi Gunawan (Satdik Yon PARAKO 465), dan Nola Dya Sari (Satdik C Kalimantan).
Pemerintah menyampaikan duka cita atas meninggalnya lima peserta Program SPPI 2026 yang sedang mengikuti Latihan Bela Negara dan Manajerial. Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan memperkuat aspek kesehatan dan pengawasan medis guna memastikan keselamatan seluruh peserta.
Baca Juga :
Peserta Latsarmil dengan Riwayat Penyakit Tak Ikut Latihan Fisik“Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya lima peserta Program SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KDKMP/KNMP) 2026 yang sedang mengikuti Latihan Bela Negara dan Manajerial," ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia melalui keterangan tertulis, Sabtu, 27 Juni 2026.
Lebih lanjut, Ketut mengatakan penyelenggara juga telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pelaksanaan program agar lebih adaptif terhadap kondisi peserta. Pihaknya akan lebih memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui pendekatan yang lebih edukatif, membangun kerja sama, kemampuan memecahkan masalah, dan suasana belajar yang lebih kondusif.
“Kementerian Pertahanan berkomitmen terus melakukan evaluasi, perbaikan, dan penyempurnaan penyelenggaraan program agar berlangsung semakin aman, profesional, akuntabel, dan mengutamakan keselamatan seluruh peserta," kata Ketut.
Sebanyak 674 peserta latsarmil dari SPPI mengikuti pendidikan selama satu setengah bulan di markas Pasmar I Cilandak, Jakarta. Para peserta itu terbagi menjadi empat kompi di mana setiap kompi berisi enam.
Selama di markas Korps Marinir, mereka mengikuti ragam pendidikan latihan dasar militer yang bertujuan untuk meningkatkan jiwa nasionalisme dan sikap disiplin dalam bekerja.




