JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Koperasi (Kemenkop) buka suara soal adanya peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) sedang hamil mengikuti latihan dasar kepemimpinan militer (latsarmil).
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kementerian Koperasi Destry Anna Sari menjelaskan pada dasarnya keikutsertaan peserta menjalani program tersebut merupakan sukarela tanpa paksaan.
BACA JUGA:Klasemen MotoGP 2026 Usai GP Assen: Jorge Martin Geser Bezzecchi di Puncak!
"Keikutsertaan peserta dalam program ini dilaksanakan secara sukarela melalui mekanisme seleksi yang telah ditetapkan," kata Destry saat dihubungi, Minggu, 28 Juni 2026.
Meski demikian, Destry menjelaskan bahwa Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pemeriksaan kesehatan dan verifikasi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), menyusul adanya informasi mengenai peserta yang sedang hamil mengikuti program tersebut.
Ia menjelaskan seluruh peserta SPPI pada prinsipnya telah melalui proses seleksi dan pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku saat rekrutmen dilaksanakan.
BACA JUGA:Lion Parcel Dorong UMKM Pontianak Tembus Pasar Nasional, Kirim Kue Lapis ke Jakarta Mulai Rp25 Ribu
Namun, temuan terkait peserta hamil menjadi salah satu aspek yang kini mendapat perhatian khusus dalam evaluasi yang sedang berjalan.
"Pemerintah dalam hal ini Panselnas akan menelaah secara menyeluruh mekanisme pemeriksaan kesehatan, verifikasi kondisi peserta, serta sistem pemantauan kesehatan selama pelaksanaan pendidikan," ujar Destry.
Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan perbaikan dalam proses seleksi dan pengawasan kesehatan peserta.
Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar penyempurnaan prosedur dan standar pelaksanaan program agar aspek keselamatan serta kesehatan peserta dapat lebih terjamin pada penyelenggaraan berikutnya.
BACA JUGA:Jadwal Bioskop Trans TV Hari Ini 28 Juni 2026 Lengkap Sinopsis, Nonton Film Pokemon
"Program SPPI sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki disiplin, integritas, kepemimpinan, kemampuan manajerial, dan semangat pengabdian untuk mendukung pembangunan nasional melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih," imbuhnya.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi bahwa sebanyak 32 peserta yang sedang hamil sempat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
Namun, demi alasan kesehatan dan kemanusiaan, para peserta tersebut akhirnya dipulangkan dari lokasi pendidikan.
- 1
- 2
- »





