Kronologi Korban ke-5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia saat Latihan Militer, Sempat Sesak Nafas hingga Keluhkan Hal Ini

grid.id
8 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026 dikabarkan meninggal dunia. Mereka meninggal saat mengikuti latihan dasar militer (latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Terbaru adalah Nola Dya Sari. Ia merupakan peserta dari Satuan Pendidikan (Satdik) Dodik Bela Negara Kalimantan, yang meninggal pada Jumat (26/6/2026).

Sebelum Nola, terdapat empat calon manajer Kopdes Merah Putih yang meninggal dunia saat latsarmil. Pertama adalah Anisa Muyassaroh, kedua adalah Yonanda Muhammad, ketiga adalah Novia Rahmadhani Sihotang, keempat, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan yang mengikuti pendidikan di Satdik Yon Parako 465.

Sementara itu, korban kelima adalah Nola Dya Sari. Nola tutup usia setelah mengeluh sesak napas hingga badan panas. Lantas bagaimana kronologi korban ke-5 calon manajer kopdes meninggal dunia saat latihan militer? Simak penjelasannya.

Kronologi Korban ke-5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia saat Latihan Militer

Melansir Kompas.com, korban ke-5 calon manajer kopdes yang meninggal dunia saat latihan militer diketahui bernama Nola Dya Sari. Nola Dya Sari adalah peserta dari Satuan Pendidikan (Satdik) Dodik Bela Negara Kalimantan, yang meninggal pada Jumat (26/6/2026).

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Mayjen TNI Ketut Gede Wetan menyebut, Nola awalnya mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas tanpa menunjukkan keluhan kesehatan sebelum dinyatakan meninggal dunia.

"Pada Jumat, 26 Juni 2026, almarhumah mengikuti kegiatan pembelajaran sosiologi dan teknik perkebunan di dalam kelas tanpa keluhan kesehatan," kata Ketut dalam konferensi pers di Gedung Kemenhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Namun sayang, sekitar pukul 18.45 WIB, Nola tetiba mengeluhkan sesak nafas yang disertai badan terasa panas. Melihat hal itu, tim kesehatan satuan pendidikan kemudian segera memberikan penanganan awal.

Setelah itu, Nola dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Singkawang. Pada pukul 19.20 WIB, Nola tiba di IGD dan langsung menjalani pemeriksaan serta penanganan medis.

 

Setelah kondisinya distabilisasi, tim medis memutuskan merujuknya ke RSUD Abdul Aziz Singkawang untuk mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif. Namun, dalam proses penanganan, kondisi Nola memburuk hingga mengalami henti jantung.

Tim dokter kemudian melakukan resusitasi jantung dan tindakan kardioversi untuk mengembalikan fungsi jantungnya. Sayangnya, nyawa Nola tak bisa diselamatkan hingga menghembuskan napas terakhirnya.

"Meskipun berbagai upaya medis telah dilakukan, kondisi pasien tidak dapat dipulihkan dan pada pukul 21.03 Waktu Indonesia Barat, almarhumah dinyatakan meninggal dunia," ujar Ketut.

Lakukan Evaluasi

Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan pihaknya masih melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap penyebab meninggalnya peserta tersebut.

"Saat ini hasil evaluasi medis terus didalami untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terkait kondisi yang dialami," ujar Ketut Gede Wetan Pastia dilansir Wartakotalive.com.

Ia menyebut sebelum pelatihan dimulai, seluruh peserta, termasuk Nola, telah menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Nola dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti pelatihan.

Namun, tim medis mencatat yang bersangkutan memiliki kelebihan berat badan sebagai salah satu catatan dalam hasil pemeriksaan kesehatannya.

Hasil evaluasi medis terhadap setiap kasus diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai faktor-faktor yang menyebabkan para peserta meninggal dunia serta menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan program serupa pada masa mendatang. Demikianlah kronologi korban ke-5 calon manajer kopdes meninggal dunia saat latihan militer. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bidik 460 Ribu Tentara, Jerman Malah Hanya Dapat 530 Relawan, Siap Hadapi Rusia?
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Menaker: Standar kerja era digital jadi acuan regulasi ketenagakerjaan
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Sempat Disidang di MKD, Uya Kuya Bakal Dilantik Jadi Ketua DPW PAN Jakarta
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Tiga Militan Tewas dalam Serangan ke Markas Paramiliter Pakistan di Karachi
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Indonesia Sampaikan Duka Mendalam atas Gempa Venezuela yang Tewaskan 920 Orang
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.