TABLOIDBINTANG.COM - Penyakit perlemakan hati atau fatty liver kini semakin banyak ditemukan pada usia produktif. Dokter mengingatkan kondisi ini kerap tidak menimbulkan gejala sehingga dijuluki sebagai silent killer.
Berikut fakta penting mengenai fatty liver yang perlu diketahui:
- Tak Lagi Menyerang Usia Lanjut
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Widya Khairunnisa Sarkowi, MSc, mengatakan kasus fatty liver atau metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD) kini semakin sering ditemukan pada orang dewasa berusia 30-an.
- Disebut Silent Killer
Perlemakan hati terjadi akibat penumpukan lemak di organ hati karena gangguan metabolisme. Banyak penderita merasa sehat, tetapi hasil USG atau pemeriksaan fungsi hati sudah menunjukkan adanya perlemakan.
- Siapa yang Berisiko?
Risiko lebih tinggi dialami oleh penderita obesitas, diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, serta mereka yang memiliki pola makan tinggi gula dan kalori serta kurang berolahraga. Namun, orang dengan berat badan normal juga bisa terkena jika memiliki perut buncit atau resistensi insulin.
- Jangan Percaya Obat Detoks Hati
Widya mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergoda produk yang mengklaim mampu membersihkan hati. Menurutnya, hingga kini perubahan gaya hidup tetap menjadi cara paling efektif untuk mengatasi fatty liver.
Cara Mencegah Fatty Liver
Turunkan berat badan secara bertahap bila berlebih.
Kurangi minuman tinggi gula seperti soda, boba, sirup, dan minuman kemasan.
Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan protein, serta batasi makanan olahan dan gorengan.
Rutin berolahraga minimal 150 menit setiap pekan.
Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, termasuk gula darah, kolesterol, tekanan darah, dan fungsi hati.
Bisa Berujung Penyakit Serius
Jika diabaikan, fatty liver dapat berkembang menjadi peradangan hati, fibrosis, sirosis, bahkan kanker hati. Karena itu, deteksi dini dan perubahan gaya hidup menjadi langkah utama untuk mencegah komplikasi.




