Menteri HAM Pigai: Pembentukan Mental Calon Manajer Kopdes Tak Harus Lewat Sistem Militer

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menilai pembentukan mental bagi calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tidak harus dilakukan melalui sistem militer.

Menurut dia, penguatan karakter peserta dapat dibangun melalui penanaman disiplin, tanggung jawab, kejujuran, serta kemampuan bekerja secara cepat dan tepat.

Ia kemudian menjabarkan tiga aspek utama yang perlu dibangun dalam pendidikan calon manajer Kopdes tersebut, yakni pengetahuan, keterampilan, dan mental.

"Bagian yang ketiga ini (mental) tidak harus ditanamkan dengan sistem militer, tetapi sifatnya yakni disiplin, tanggung jawab, cepat, tepat, dan jujur. Harus menghindari latihan fisik yang berlebihan," kata Pigai dalam keterangannya, Minggu (28/6/2026).

Baca juga: Anggota DPR Desak Investigasi Menyeluruh atas Kematian 5 Calon Manajer Kopdes Saat Latsarmil

Ini disampaikan Pigai saat merespons meninggalnya lima peserta dalam program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).

Pigai pun mendorong Kemenhan untuk mengambil langkah evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program Latsarmil ini.

"Saya juga merasa prihatin dengan kejadian ini dan kami turut berbelasungkawa. Saya sarankan sistem pendidikannya dievaluasi secara menyeluruh," kata Pigai.

Pigai berpendapat, pembentukan karakter peserta tidak harus dilakukan melalui latihan fisik yang berlebihan.

Mantan Komisioner HAM itu juga mendesak agar penyebab meninggalnya lima peserta KDKMP dapat diusut secara profesional.

Baca juga: Ditanya Kelanjutan Latsarmil Calon Manajer Kopdes, Apa Kata Mensesneg?

Hal itu tersebut di dasar perbaikan penyelenggaraan program serupa di masa mendatang.

Ia berpendapat, proses penyelidikan penting dilakukan untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah sekaligus menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan program serupa di masa mendatang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pigai juga memastikan pihaknya siap menerjunkan jajarannya untuk memantau proses tersebut.

"Lima peserta yang meninggal itu perlu diselidiki secara profesional untuk penyebabnya. Saya perintahkan staf untuk lakukan pemantauan di lapangan," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Modernland (MDLN) Tetapkan Direksi Baru, Andalkan Proyek Residensial dan Industri
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Momen Dirut BULOG Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota BPK RI
• 10 jam laludetik.com
thumb
Terungkap! Alasan Lionel Messi Rela Dicadangkan Saat Argentina Hadapi Yordania
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Kalapas Sebut Penempatan Sel Razman di Cipinang Sesuai UU dan SOP
• 11 jam laludetik.com
thumb
Sejumlah Wilayah Pantura Jawa Tengah Bakal Diguyur Hujan Ringan
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.