Jakarta, VIVA – Rank Epic di Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) sudah lama dikenal sebagai "tembok besar" yang sulit ditembus oleh banyak pemain. Tidak sedikit player yang berulang kali naik ke Epic I, lalu kembali turun ke Epic III atau Epic IV akibat kekalahan beruntun.
Banyak pemain menganggap penyebab utamanya adalah hero yang sedang overpowered (OP) atau sistem matchmaking yang dianggap tidak adil. Namun, berbagai penjelasan dari Moonton, panduan resmi Google Play Games, hingga penelitian tentang game MOBA menunjukkan bahwa penyebab utama justru lebih kompleks daripada sekadar pemilihan hero.
- Moonton
Berikut VIVA rangkum Senin, 29 Juni 2026, analisis mengenai alasan mengapa banyak pemain Mobile Legends gagal keluar dari Rank Epic.
1. Terlalu Mengandalkan Hero OP
Setiap patch selalu menghadirkan hero-hero yang sedang kuat di meta. Sayangnya, banyak pemain Epic hanya mengikuti tren tanpa benar-benar menguasai hero tersebut.
Padahal, menurut berbagai penelitian mengenai game MOBA, tingkat penguasaan karakter memiliki pengaruh besar terhadap peluang kemenangan. Pemain yang benar-benar menguasai satu hero sering kali memiliki peluang menang lebih tinggi dibanding pemain yang terus berganti mengikuti meta.
Artinya, hero OP memang membantu, tetapi tidak bisa menggantikan pengalaman, mekanik, dan pemahaman pemain terhadap hero tersebut.
2. Draft Pick Masih Sering Berantakan
Rank Epic menjadi tingkatan pertama yang menggunakan sistem Draft Pick.
Di sinilah banyak pemain mulai mengalami kesulitan karena harus:
- melakukan ban hero,
- memilih hero sesuai kebutuhan tim,
- memperhatikan counter hero lawan,
- menjaga komposisi role.
Panduan resmi Mobile Legends melalui Google Play menjelaskan bahwa pada Rank Epic, strategi draft, objektif seperti Turtle dan Lord, serta kerja sama tim menjadi jauh lebih penting dibanding rank sebelumnya.
Masalahnya, banyak pemain masih memaksakan hero favorit meski komposisi tim sudah tidak seimbang.
3. Terlalu Fokus Mengejar Kill
Kesalahan klasik di Rank Epic adalah menganggap banyak kill sama dengan kemenangan. Padahal MLBB merupakan game berbasis objektif.
Menghancurkan turret, mengamankan Turtle, mengambil Lord, mengendalikan lane, dan mengatur rotasi sering kali jauh lebih menentukan dibanding sekadar mencetak banyak eliminasi.





