Kemenhub: LRT Jabodebek ke Bogor tahap kajian KAI dan Adhi Karya

antaranews.com
20 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan rencana perpanjangan layanan LRT Jabodebek menuju Bogor masih berada pada tahap kajian yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero).

"LRT Jabodebek ke Bogor saat ini PT KAI, PT Adhi Karya sedang lakukan kajian," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono ketika dikonfirmasi mengenai perkembangan rencana perpanjangan LRT Jabodebek ke Bogor, di Jakarta, Minggu.

Menurut Allan, rencana perpanjangan LRT Jabodebek menuju Bogor telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Presiden yang diterbitkan pada 2015.

"Terkait perpanjangan ini sudah ada Perpres-nya di tahun 2015," ujar Allan.

Baca juga: Kemenhub buka peluang swasta dalam skytrain feeder untuk LRT Jabodebek

Kemenhub kini menunggu rencana lanjutan dari PT KAI dan PT Adhi Karya, termasuk skema pendanaan yang akan digunakan untuk merealisasikan perpanjangan layanan tersebut.

"Dan kita menunggu rencana dari PT KAI maupun PT Adhi Karya terkait kelanjutannya, skema pendanaannya seperti apa," beber Allan singkat.

Kendati begitu, Allan belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pengembangan LRT Jabodebek ke Bogor karena Kemenhub masih menunggu hasil kajian yang disusun PT KAI dan PT Adhi Karya.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengungkapkan rencana perpanjangan rute LRT Jabodebek hingga Bogor. Rencana tersebut, menurut perseroan, telah masuk ke dalam master plan pengembangan perusahaan.

Baca juga: Dedie Rachim usulkan LRT Jabodebek dan TransJakarta tembus Bogor

Direktur Portfolio Management dan Teknologi Informasi PT KAI, I Gede Darmayusa, membenarkan rencana tersebut dan menyatakan pengembangannya masih dibahas bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub.

Ia menjelaskan kajian yang sedang dilakukan mencakup berbagai aspek, antara lain potensi bisnis, penentuan rute, pengembangan kawasan berbasis transit oriented development (TOD), serta aspek pendukung lainnya sebelum rencana tersebut dilanjutkan.

"Secara master plan, dulu memang sudah ada rencana sampai Bogor. Kami dengan DJKA (Kemenhub) tentunya sedang mengkaji kembali potensi bisnis, potensi TOD, dan lain sebagainya sehingga biaya yang besar itu bisa kita justifikasi dengan peningkatan penumpang," kata Gede di Stasiun LRT Dukuh Atas, Jumat (22/5).

Baca juga: Kian Diminati, Pengguna LRT Jabodebek Terus Bertumbuh


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aktivitas Terganggu karena Leher Pegal, Bisa jadi Kolesterol Naik Begini Cara Atasinya
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Bahlil: RI Perlu 4 Juta Kiloliter Etanol dari Petani per Tahun untuk Buat BBM E20
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
MK Tolak Uji Materi Batas Usia Calon Kades, Syarat Minimal 25 Tahun Tetap Berlaku
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Wamendagri Wiyagus Sebut Pentingnya Peran DPRD Provinsi Perkuat Tata Kelola SDA
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Pelatih Bogor Hornbills klaim pantas juara IBL 2026
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.