Jangan Tergiur Angka Benchmark! Analisis Cara Memilih CPU Gaming Sesuai Jenis Game yang Dimainkan

viva.co.id
20 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Banyak gamer memilih prosesor (CPU) hanya berdasarkan skor benchmark tertinggi. Padahal, angka benchmark tidak selalu mencerminkan pengalaman bermain game yang sesungguhnya. Dalam praktiknya, jenis game yang dimainkan justru menjadi faktor penting dalam menentukan CPU yang paling sesuai.

Sejumlah pengujian dari Tom's Hardware, menunjukkan bahwa performa CPU sangat bergantung pada kombinasi dengan GPU, resolusi permainan, serta karakteristik game. Prosesor tercepat di benchmark belum tentu memberikan peningkatan yang signifikan jika digunakan untuk memainkan game yang lebih bergantung pada kartu grafis.

Baca Juga :
Banyak Gamer Menyesal Salah Rakit PC Gaming, Ternyata Kesalahannya Ada di Komponen Ini
Bukan Soal Hero OP! 9 Analisis Alasan Banyak Player Mobile Legends Gagal Keluar dari Rank Epic

Ilustrasi main game pc
Photo :
  • Freepik

Berikut VIVA rangkum Senin, 29 Juni 2026, analisis mengenai cara memilih CPU gaming berdasarkan jenis game yang paling sering dimainkan.

1. Game Esports Lebih Mengutamakan Performa Single-Core

Game kompetitif seperti Counter-Strike 2, Valorant, League of Legends, hingga Rainbow Six Siege umumnya mengejar frame rate (FPS) setinggi mungkin.

Pada skenario ini, performa single-core, kecepatan boost clock, dan latensi cache memiliki pengaruh besar terhadap hasil akhir.

Artinya, gamer tidak selalu membutuhkan prosesor dengan 16 atau 24 core. CPU 6 hingga 8 core modern dengan performa single-thread tinggi sering kali sudah mampu menghasilkan FPS yang sangat tinggi.

Tom's Hardware menyebutkan bahwa untuk gaming, peningkatan performa cenderung mulai menurun setelah delapan core sehingga membeli CPU flagship berinti sangat banyak sering kali kurang efisien jika hanya digunakan bermain game.

2. Game Open World Lebih Membutuhkan CPU dan GPU yang Seimbang

Judul seperti Cyberpunk 2077, Red Dead Redemption 2, Starfield, atau Hogwarts Legacy memanfaatkan CPU dan GPU secara bersamaan.

Pada game seperti ini, memilih CPU mahal tetapi dipasangkan dengan GPU kelas menengah justru kurang optimal.

Hasil pengujian Tom's Hardware menunjukkan bahwa kombinasi CPU dan GPU yang seimbang menghasilkan peningkatan performa yang jauh lebih baik dibanding hanya menginvestasikan anggaran pada salah satu komponen.

3. Game Strategi dan Simulasi Lebih Haus Tenaga CPU

Genre seperti:

  • Civilization VII
  • Microsoft Flight Simulator
  • Cities: Skylines II
  • Total War
  • Football Manager

lebih banyak menjalankan simulasi AI, kalkulasi ekonomi, hingga ribuan objek secara bersamaan.

Bermain game PC
Photo :
  • U-Report

Dalam kondisi ini, CPU memiliki pengaruh jauh lebih besar dibanding GPU.

Baca Juga :
Server Jadi Senjata Baru Industri Game
10 Enchantment Pedang Terbaik 2026 di Minecraft, Bikin Damage Makin OP Saat Bertarung
5 HP Rp1 Jutaan dengan RAM Besar dan Chipset Andal, Siap Temani Main Minecraft Berjam-jam

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Megatsunami Hantam Pasifik, NASA Ungkap Fakta Mengejutkan
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dugaan Intimidasi di Balik Kematian Dokter Icha, Polisi Periksa 3 Anggota DPRD TTU
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Latihan Militer Manajer Kopdes Resmi Disetop Buntut 5 Peserta Meninggal
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Setelah Bertahun-tahun Berkali-kali Gagal Melarikan Diri, Pengkritik Vokal Partai Komunis Tiongkok Dong Guangping Akhirnya Tiba di Kanada
• 39 menit laluerabaru.net
thumb
Kala Prabowo Menyambut Ragam Usulan Profesor dan Rektor Indonesia
• 15 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.