EtIndonesia.com– Pembangkang Tiongkok Dong Guangping, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai pengkritik Partai Komunis Tiongkok (PKT), akhirnya berhasil tiba di Toronto, Kanada, pada 27 Juni setelah beberapa kali upaya melarikan diri dari Tiongkok berakhir gagal. Bulan lalu, ia memasuki Korea Selatan secara ilegal menggunakan perahu karet dan sempat ditahan oleh otoritas setempat.
Penulis keturunan Tionghoa asal Kanada sekaligus Wakil Ketua Global Federasi Demokrasi Tiongkok, Sheng Xue, yang kini bermukim di Toronto, mengunggah kabar tersebut melalui platform X pada 27 Juni. Ia menyatakan bahwa Dong Guangping telah tiba di Toronto dan menyertakan sejumlah foto keduanya serta dokumentasi kedatangan Dong di Kanada.
Dalam unggahannya, Sheng Xue mengatakan bahwa ia telah membantu upaya Dong Guangping untuk meninggalkan Tiongkok sejak 2015. Hingga keberhasilan Dong mencapai Kanada kali ini, perjuangan tersebut telah berlangsung selama 10 tahun, 7 bulan, dan 30 hari.
Sheng juga menulis bahwa selama lebih dari dua dekade berhadapan dengan rezim PKT, Dong Guangping tidak pernah menyesali pilihannya. Bahkan dalam berbagai upaya pelarian yang mempertaruhkan nyawa dan berulang kali berakhir dengan kegagalan, ia tidak pernah mengeluh ataupun kehilangan semangat.
Organisasi advokasi yang berbasis di Amerika Serikat, Human Rights in China, menyebut Dong Guangping yang kini berusia 68 tahun pernah bertugas sebagai anggota kepolisian. Selama bertahun-tahun ia aktif memperjuangkan reformasi politik dan hak asasi manusia di Tiongkok.
Dalam lebih dari 20 tahun terakhir, ia beberapa kali kehilangan kebebasannya, termasuk dua kali dipenjara karena memperingati peristiwa Tiananmen 4 Juni 1989.
Pada 2015, Dong bersama istri dan putrinya melarikan diri ke Thailand dan memperoleh status pengungsi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, ia kemudian dideportasi kembali ke Tiongkok oleh otoritas Thailand dan dijatuhi hukuman penjara. Sementara itu, istri dan putrinya akhirnya berhasil menetap di Kanada setelah melalui perjalanan panjang.
Setelah dibebaskan pada 2019, Dong pernah mencoba berenang menuju Kinmen (Quemoy), Taiwan, tetapi gagal karena kelelahan fisik. Pada 2020, ia kembali melarikan diri, kali ini ke Vietnam. Namun dua tahun kemudian ia ditangkap oleh polisi Vietnam dan diserahkan kembali kepada otoritas Tiongkok.
Pada 26 Mei tahun ini, Dong kembali mencoba meninggalkan Tiongkok dengan menggunakan perahu karet menuju Korea Selatan. Setelah tiba, ia diserahkan kepada otoritas imigrasi Korea Selatan untuk menjalani pemeriksaan.
Pada awal Juni, Sheng Xue mengungkapkan bahwa pemerintah Kanada telah memulai proses bantuan untuk Dong Guangping. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan kedatangannya di Toronto pada akhir Juni.
Sumber : NTDTV.com





