Siap Kembali Hadapi Amerika, Iran Tegaskan Semua Harus Tunduk ke Aturannya di Selat Hormuz

wartaekonomi.co.id
17 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran menegaskan tidak akan mengendurkan kendalinya atas Selat Hormuz. Pernyataan ini muncul usai adanya ancaman agresi militer baru dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Juru Bicara Komisi Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei mengatakan pemerintah mendukung penuh langkah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Selat Hormuz.

Baca Juga: Ini Sederet Tuntutan Roy Suryo dalam Sidang Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi

"Kami dengan tegas mendukung tindakan militer kami yang berhasil menghadapi musuh dan menegaskan kedaulatan atas Selat Hormuz," ujar Rezaei, dikutip Senin (29/6).

Ia menegaskan kondisi di jalur pelayaran tersebut tidak akan kembali seperti sebelumnya setelah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Ia  bahkan menyatakan seluruh negara tidak memiliki pilihan selain mengikuti aturan yang ditetapkan Iran.

"Selat Hormuz tidak akan kembali ke keadaan sebelumnya, dan negara-negara lain tidak memiliki pilihan selain tunduk pada arahan dari Iran di Selat Hormuz," katanya.

Sebelumnya, Donald Trump mengancam akan meningkatkan operasi militer negaranya ke Iran. Negara tersebut menurutnya tidak mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati kedua negara.

Trump bahkan menyatakan negaranya siap "menyelesaikan pekerjaan" secara militer apabila musuh terus melanggar perjanjian tersebut.

Di tengah saling lempar ancaman, nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sementara dari kedua negara sebenarnya memuat pengaturan mengenai Selat Hormuz.

Kesepakatan tersebut mengatur mekanisme pengendalian jalur pelayaran strategis itu guna menjamin kapal-kapal dapat melintas tanpa dikenai biaya selama masa berlaku perjanjian yang ditetapkan selama 60 hari.

Baca Juga: Diprediksi Jauh Hari, Manuver Politik Jokowi Akhirnya Malah Buktikan Hasil Penelitian Hasto PDIP

Meski demikian, pernyataan terbaru menunjukkan adanya sikal bersikukuh bahwa kendali atas Selat Hormuz berada di Iran. Sikap tersebut berpotensi memperbesar ketegangan dengan Amerika Serikat. Hal itu mengingat jalur tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi paling vital di dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Ungkap Motif Penyekapan 3 Karyawan Percetakan di Senen: Ingin Dapat Uang
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Lahan Eks Meikarta Disulap Jadi Lokasi Program 3 Juta Rumah
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Manfaat Cincau Hijau di Musim Panas
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Tabung CNG Setara LPG 3 Kg Mulai Diuji Juli 2026
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
PDIP Ogah Pusing Jokowi Punya Target Besar untuk PSI
• 13 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.