jpnn.com, LEBAK - Tim Pencarian dan Pertolongan atau SAR gabungan menemukan korban terseret ombak di Pantai Cihara Kabupaten Lebak, Banten dalam kondisi meninggal dunia.
"Korban diketahui bernama Putra (22), warga Jalan Praja Dalam G1 RW 05, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan," kata Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto di Lebak, Minggu.
BACA JUGA: Nenek Nurhayati Hilang di Lingga Kepri Belum Ditemukan, Tim SAR Terus Melakukan Pencarian
Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia setelah melakukan pencarian intensif selama dua hari.
Korban mengalami kecelakaan laut di Pantai Cihara, Sabtu (26/6) pukul 16.30 WIB, terseret ombak saat berenang bersama rekannya, Bilal (18).
BACA JUGA: Remaja Hilang di Lembah Tengkorak Ditemukan Selamat, Tim SAR Evakuasi
Namun, Bilal berhasil selamat atas pertolongan masyarakat pesisir pantai setempat, namun Putra menghilang.
Memasuki hari kedua operasi SAR pada pukul 17.20 WIB berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada koordinat 6°50'47.16" LS dan 106°04'09.22" BT, atau sekitar 200 meter dari lokasi kejadian
BACA JUGA: Penumpang KM Gunung Dempo Jatuh di Perairan Roon, Tim SAR Lakukan Pencarian
Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Posko SAR dan diserahterimakan kepada pihak keluarga sebelum dibawa ke RSUD Malingping untuk penanganan lebih lanjut.
Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR Kondisi Membahayakan Manusia resmi diusulkan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Tim SAR gabungan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Unit Siaga SAR Lebak, BPBD, PMI Cihara, Koordinator Pokdarwis Kecamatan Cihara, Polsek Panggarangan-Cihara, Unit Kodim, serta Pemerintah Desa Cihara.
Dalam pelaksanaannya, Tim SAR didukung berbagai peralatan, seperti Rescue Car, Rubber Boat, peralatan SAR air, peralatan komunikasi, peralatan medis, serta perlengkapan pendukung lainnya.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, khususnya ketika kondisi gelombang dan arus laut berpotensi membahayakan, serta mematuhi setiap imbauan keselamatan dari petugas di lapangan," katanya. (antara/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Nelayan Hilang Saat Melaut di Perairan Batam, Tim SAR Bergerak
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan




