jpnn.com - JAKARTA – Kasus YTR (29) yang mengalami penyiksaan dan penyekapan sadis yang dilakukan kekasihnya, Taufik Hidayat (30), mendapat perhatian luas dari Masyarakat.
Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menilai peristiwa di Kabupaten Bandung itu merupakan kekerasan berbasis gender yang ekstrem, sadis, kejam, dan merendahkan martabat manusia.
BACA JUGA: Kabar Terbaru Kondisi YTR Korban Kesadisan Taufik Hidayat, Dokter Sampai Bilang Begini
"Kami menegaskan kekerasan yang dialami YTR adalah kekerasan berbasis gender terhadap perempuan berlapis, yang ekstrem, sadis, kejam, dan merendahkan martabat manusia. Posisi Komnas Perempuan terhadap kasus ini tegas sejak awal pada upaya perlindungan dan pemulihan korban. Tidak berubah," kata Wakil Ketua Komnas Perempuan Ratna Batara Munti di Jakarta, Minggu (28/6).
Pihaknya pun menyinggung adanya pernyataan Komnas Perempuan mengenai kasus tersebut beberapa waktu lalu, yang sempat menjadi polemik publik.
BACA JUGA: Perkenalan Taufik Hidayat dan Mbak YTR Korban Penyiksaan Berawal dari Aplikasi Tinder
"Pernyataan kami pada konferensi pers Hari Anti Penyiksaan Internasional 26 Juni 2026, pernyataan yang disampaikan terkait kategori penyiksaan berkaitan dengan konteks dialog yang membahas Konvensi Anti Penyiksaan (CAT)," kata Ratna Batara Munti.
Dia menambahkan kasus kekerasan yang menimpa YTR telah menimbulkan penderitaan besar pada korban.
BACA JUGA: Irjen Rudi: Karakter Taufik Hidayat Temperamental
"Kasus ini juga berdampak pada penderitaan yang luar biasa dan disabilitas permanen pada korban," kata Ratna Batara Munti.
Ratna Batara Munti juga menyampaikan dukungan penuh kepada seluruh pihak yang telah menangani proses hukum kasus tersebut dan upaya pemulihan bagi korban.
"Komnas Perempuan mendukung seluruh pihak yang telah melakukan upaya-upaya dengan segera dan terpadu, atas peran serta rumah sakit, dan pendamping, juga pada masyarakat, pemerintah daerah, penegak hukum yang bergerak cepat sehingga korban bisa tertangani dengan baik," kata dia. (antara/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu




